Breaking News:

Berita Aceh Barat

Pema UTU Dukung KPK Ungkap Skandal Kapal Aceh Hebat dan Proyek MYC di Aceh

“Kita siap menjadi benteng bagi KPK jika ada pihak yang mengusik kinerja KPK di Aceh,” ujarnya, Sabtu (26/6/2021).

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Pema-UTU Meulaboh, Syafyuzal Helmi mendukung KPK mengusut kasus korupsi di Aceh. 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar (Pema-UTU) Meulaboh, Syafyuzal Helmi menyampaikan dukungan penuh atas kehadiran KPK di Aceh guna mengungkap skandal Kapal Aceh Hebat dan Proyek Multi Years Contract (MYC).

“Kita siap menjadi benteng bagi KPK jika ada pihak yang mengusik kinerja KPK di Aceh,” ujarnya kepada Serambinews.com, Sabtu (26/6/2021).

Syafyuzal Helmi menegaskan, bahwa kehadiran lembaga antirasuah tersebut adalah harapan besar bagi rakyat Aceh.

Kehadiran KPK, urai dia, membawa harapan dalam pengusutan indikasi korupsi di Tanah Rencong.

"Kehadiran lembaga antirasuah adalah harapan besar bagi rakyat Aceh. Kita berharap, dengan kehadiran KPK bisa membawa hasil dalam pengusutan korupsi di Tanah Rencong ini,” harapnya.

Ia menambahkan, bahwa salah satu indikasi korupsi adalah terkait skandal pengadaan Kapal Aceh Hebat sebesar Rp 178 miliar, dan 14 proyek Multi Years Contract (MYC) sebesar Rp 2,4 Triliun.

Baca juga: Sekretaris Umum HIMPASAY: Penyelidikan KPK di Aceh Harus Dipandang Objektif

Baca juga: Giliran Pejabat Nagan Raya Diperiksa KPK

Baca juga: Giliran Pejabat Nagan Raya Diperiksa KPK Hari Ini, Siapa Saja?

"Kita semua tahu bahwa hari ini rakyat Aceh sangat menyambut baik kehadiran KPK,” tukasnya.

“Jangan kecewakan rakyat Aceh dan jangan sampai ada pihak yang diberi celah sedikitpun untuk bernegosiasi dengan KPK,” pinta dia.

“Korupsi harus dibongkar dan hukum harus dituntaskan demi rakyat Aceh," tandas Syafyuzal Helmi.

Selain itu, Helmi juga mengajak rakyat Aceh untuk mendoakan kesembuhan Gubernur Nova Iriansyah agar KPK bisa segera bertatap muka dengan Gubernur Aceh.

"Jika benar Gubernur Aceh terpapar Covid-19, mari rakyat Aceh kita mendoakan Gubernur Nova agar sembuh dari Virus Corona,” ajaknya.

“Agar Nova Iriansyah selaku orang nomor satu di Aceh tersebut bisa segera memenuhi panggilan KPK,” harapnya.

Baca juga: Anda Lulus SBMPTN di UTU? Ini Tahapan Berikutnya

Baca juga: Dirjen Dikti: Kampus UTU Sangat Progresif dalam Menyambut Program Kampus Merdeka

Baca juga: Angkat Isu Stunting, UTU Menangi Kompetisi Kampus Merdeka Kemendikbud, Bawa Pulang Hampir Rp 3,7 M

Dia juga menyarankan agar KPK seharusnya memiliki dan menggunakan tim dokter sendiri serta bisa melakukan uji swab secara internal KPK untuk Gubernur Aceh.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved