Gas Beracun di Aceh Timur
Korban Gas Beracun Capai 12 orang, DPRK Aceh Timur Kesal Kasus Keracunan Terjadi Lagi
"Hingga pukul 24.00 Minggu malam, ada 12 orang yang kita tangani, 2 orang dirujuk ke RSUD dr Zubir Mahmud,” sebut dr Zulfikry.
Penulis: Seni Hendri | Editor: Saifullah
Laporan Seni Hendri | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Dokter PSC 119 Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Timur, dr Zulfikry yang ikut memeriksa pasien terdampak bau gas beracun di Puskesmas Banda Alam, pada Minggu (27/6/2021) malam.
Kepada Serambinews.com, Senin (28/6/2021), dr Zulfikry alias dr Ai mengatakan, hingga Minggu malam pukul 24.00 WIB, ada 12 orang yang ditangani pihaknya bersama Puskesmas Kecamatan Banda Alam.
"Hingga pukul 24.00 Minggu malam, ada 12 orang yang kita tangani, 2 orang dirujuk ke RSUD dr Zubir Mahmud,” sebut dr Zulfikry.
“Dua orang kita observasi di PKM (Ibu Nifas dan anaknya yang dengan riwayat kejang demam), dan 8 orang. Setelah diobservasi, sudah kita suruh pulang ke pengungsian," ungkap dia.
M Yahya, anggota DPRK Aceh Timur langsung menuju Puskesmas Banda Alam, Minggu (27/6/2021) malam, setelah mendengar munculnya lagi korban akibat bau yang diduga gas beracun.
Saat dikonfirmasi Serambinews.com, Senin (28/6/2021), siang, M Yahya mengatakan, hanya dua orang yang dirujuk ke RSUD dr Zubir Mahmud Aceh Timur.
Baca juga: BREAKING NEWS - Warga Panton Rayeuk T Kembali Cium Bau Gosong, Diduga Gas Beracun, 2 Dirujuk ke RSUD
Baca juga: Begini Kronologis Dugaan Gas Beracun di Aceh Timur, 4 Dirawat di Puskesmas, Warga Lainnya Mengungsi
Baca juga: Warga Tumbang Diduga Terpapar Gas Beracun, Medco: Hasil Pengukuran Kasar Gas tak Ditemukan Bau
Selebihnya, warga mengungsi di Kantor Camat Banda Alam, Aceh Timur, sebanyak 419 jiwa.
"Pengakuan warga, hingga Senin siang, di desa mereka masih ada bau,” ujar anggota DPRK Aceh Timur tersebut.
“Saat warga mulai mencium bau dan sesak nafas pada Minggu malam, warga bergegas mengungsi ke Kantor Camat, sehingga tidak sempat muncul banyak korban," ungkap M Yahya.
M Yahya mengaku kesal dengan PT Medco, karena kejadian warga keracunan itu sebelumnya terjadi awal 9 April 2021 lalu, dan kini terjadi lagi.
"Yang membuat saya kesal karena kejadian ini terulang lagi. Ini menandakan penanganan dari pihak perusahaan tidak serius,” tukas dia.
“Sedangkan ini menyangkut nyawa manusia dan sangat merugikan masyarakat karena saat warga mengungsi mereka meninggalkan harta benda," ungkap M Yahya.
Baca juga: VIDEO Warga Aceh Timur Terdampak Gas Beracun Mengungsi di Kantor Camat dan Keluhkan Kurang MCK
Baca juga: Tidak Ada Lagi Bau Gas Beracun, Pengungsi di Aceh Timur Dipulangkan
Baca juga: Semua Warga Terdampak Asap Gas Beracun yang Dirawat di Rumah Sakit Telah Dipulangkan
Sebelumnya diberitakan, warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur kembali mencium bau yang diduga gas beracun.
Dampaknya, dua orang terpaksa dirujuk ke rumah sakit daerah Aceh Timur pada Minggu (27/6/2021) malam.(*)