Kupi Beungoh

Aceh Harus Waspada Hadapi Serbuan Covid-19 Varian Delta Asal India

ciri khas COVID-19 varian delta asal negara Bollywood. Varian delta ini sangat mudah menular dan mudah menginfeksi banyak umat manusia

Editor: Muhammad Hadi
Republic World
Varian Delta Virus Corona asal India lebih berbahaya. Aceh harus waspada dari virus varian baru itu 

Oleh sebab itu, alangkah baiknya pemerintah dengan cepat mengambil tindakan segera mengantisipasi agar Aceh tidak chaos sebagaimana di beberapa kota besar di Indonesia.

Beberapa langkah berikut yang harus segera dilakukan adalah:

1.       Pemerintah segera melakukan percepatan vaksinasi dengan maksimal agar vaksinasi tercapai di semua target populasi.

2.       Tetap mewajibkan seluruh masyarakat agar memakai masker yang menutupi hidung dan mulut untuk membantu melindungi diri sendiri dan orang lain.

3.       Tetap mewajibkan seluruh masyarakat agar menjaga jarak yang terpisah 6 kaki atau minimal dua meter dari orang lain.

4.       Tetap mewajibkan seluruh masyarakat untuk Hindari keramaian dan melakukan kegiatan ruang dalam ruangan yang berventilasi buruk.

5.       Tetap mewajibkan seluruh masyarakat untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Menggunakan pembersih tangan jika sabun dan air tidak tersedia.

6.       Melakukan pelacakan (tracing) dan pemeriksaan (testing) yang lebih massif  agar kasus varian baru ditemukan sedini mungkin.

7.       Pemerintah Aceh menutup semua pintu jalur masuk ke Aceh terutama semua kendaraan yang berasal dari pulau Jawa, kota-kota besar di Indonesia maupun luar negeri.

Karena sudah terbukti bahwa varian India ini sudah mengganas di sana.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan pandemi COVID-19.

Baca juga: Pergi Bermalam Minggu Naik Sepmor, Pemuda di Aceh Singkil Menghilang

Vaksin ini bermanfaat untuk memberi perlindungan bagi tubuh agar tidak rentan terinfeksi COVID-19.

Dengan cara menimbulkan atau merangsang terbentuknya sistem kekebalan spesifik, yaitu antibodi dalam tubuh, dan pada mereka yang sudah mendapatkan vaksin meskipun terinfeksi virus ini lagi.

Umumnya derajat berat penyakit yang diderita rata-rata adalah lebih ringan.

Pelayanan vaksinasi COVID-19 dilakukan oleh dokter, perawat atau bidan yang memiliki kompetensi vaksinasi dan sudah mulai dilaksanakan di fasilitas pelayanan.

dr Murtaza dan Dr dr Budi Yanti Sp.P(K), KSM/Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi
FK Unsyiah-RSUD Dr Zainoel Abidin, Banda Aceh
dr Murtaza dan Dr dr Budi Yanti Sp.P(K), KSM/Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK Unsyiah-RSUD Dr Zainoel Abidin, Banda Aceh (FOR SERAMBINEWS.COM)

Mulai dari tingkat puskesmas, rumah sakit daerah dan provinsi maupun milik masyarakat/swasta yang memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.

Oleh karena itu, marilah kita semua bersama-sama mendukung pemerintah untuk mengikuti program vaksin agar dapat menurunkan angka kesakitan yang ditimbulkan dari pandemi COVID-19 ini.

Bersama-sama dapat menghadang serangan COVID-19 asal Bollywood yang mulai menggila.

*) PENULIS adalah KSM/Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK Unsyiah-RSUD Dr Zainoel Abidin, Banda Aceh

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca juga: India Temukan 40 Kasus virus Corona Delta Plus yang Lebih Mudah Menular

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved