Senin, 18 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Aminullah Usman Ternyata Wajibkan PNS Banda Aceh Berbelanja di Pasar Al Mahirah, Begini Jadwalnya

Ternyata sejak Juni 2021, Aminullah Usman, mewajibkan Pegawai Negeri Sipil atau PNS Pemko Banda Aceh untuk berbelanja di pasar terpadu ini.

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman membeli lele jumbo di Pasar Ikan Al Mahirah Lamdingin, Minggu (13/6/2021). Ternyata Aminullah Usman juga mewajibkan PNS Pemko Banda Aceh untuk berbelanja di Pasar Al Mahirah 

Kedua, jumlah pedagang sayur, termasuk cabai di Pasar Al Mahirah Lamdingin banyak, setelah penyatuan dari tiga pasar sebelumnya di kawasana Peunayong, yakni dari Pasar Kartini, Pasar Lapangan SMEP dan Pasar Peunayong.

Oleh karena itu, untuk bisa tetap bisa bertahan berjualan, para pedagang harus bisa bersaing harga secara sehat. 

Ketiga, sebut Iwan karena saat ini tak ada acara keramaian, termasuk pesta di Banda Aceh seiring larangan pesta oleh Pemko Banda Aceh untuk mencegah penyebaran virus Corona. 

Pasalnya, dalam dua pekan lalu, Banda Aceh berzona merah. 

"Ini lah salah satu alasan pembelian bumbu dapur, termasuk cabai saat ini menurun," kata Iwan. 

Sedangkan ketika jelang meugang puasa dan Lebaran beberapa waktu lalu, kata Iwan daya belinya tinggi seiring meningkatnya kebutuhan warga. 

Ayo berbelanja di Pasar Terpadu milik Pemko Banda Aceh ini.

Harga bawang

Di luar harga cabai, Iwan juga menyebutkan harga kebutuhan dapur lainnya di Pasar Al Mahirah saat ini juga turun dan permintaannya juga turun.

Misalnya tomat, wortel, buncis, kentang, dan lainnya, permintaannya juga trun.

Iwan menyebutkan harga bawang merah lokal mencapai Rp 28 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram, tomat Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram. 

Kemudian wortel dan buncis biasanya Rp 12 ribu per kilogram juga turun menjadi Rp 10 ribu atau Rp 8 ribu per kilogram dan kentang tetap stabil Rp 10.000/Kg.

Pagi hari mulai 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, jumlah warga yang datang berbelanja ke Pasar Al Mahirah Lamdingin, termasuk PNS Kota sangat banyak.

Tapi yang membeli partai besar, sedikit sekali. Menurut Iwan, biasanya pembeli partai besar untuk bahan dapur itu, datang dari pengusaha catering.

“Tapi setelahlarangan sementara pesta perkawinan di gedung mulai bulan Juni lalu dan jam buka kafe, serta restauran juga dibatasi sampai pukul 23.00 WIB, daya beli bumbu dapur menurun drastis.

Otomatis harganya juga ikut turun," ujar Iwan.

Ungkapan serupa juga disampaikan pedagang sayuran dan bumbu dapur yang berdagang di Pasara Induk Lambaro, Adi. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved