Breaking News:

Berita Langsa

Dialog Publik Nasional di IAIN Langsa Bahas Dana Otsus Aceh

Dana Otonomi Khusus untuk Aceh diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat Aceh atas 3 hal, yaitu infrastuktur, pendidikan dan kesehatan. 

Penulis: Zubir | Editor: Taufik Hidayat
Dok IAIN Langsa
Dialog membahas dana Otsus Aceh di aula Laboratorium Terpadu Kampus IAIN Langsa 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Pidana Islam (HPI) dan Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri ( IAIN) Langsa, Selasa (6/7/2021) menggelar dialog publik nasional, di Aula Laboratorium Terpadu Kampus IAIN setempat.

Dialog publik nasional mengangkat tema "Nasib Dana Otsus Aceh?", menghadirkan lima pemateri yang berasal dari DPR RI, DPD RI, Dosen IAIN Langsa, dan Juru Bicara (Jubir) DPP Partai Aceh (PA). 

Kelima pemateri yaitu H. Muhammad Nasir Djamil, M.Si (anggota DPR-RI), H. Fachrul Razi, M.IP (anggota DPD-RI), Dr. Muzakir Samidan, MH, M.Pd dan M. Mundzir ayunus, M.Ag (Dosen IAIN Langsa),  dan Nurzahri, ST (Jubir PA).

Kegiatan yang diketuai oleh Muhammad Reza dan Sabda Govinda ini mendapat apresiasi luar biasa dari Asisten I Pemko Langsa Suriyatno AP, MSP, Rektor IAIN Langsa Dr. H. Basri, MA, dan Dekan Fakultas Syariah Dr. Zulfikar, MA yang turut hadir pada acara pembukaan.

Rektor IAIN Langsa Dr. H. Basri, MA dalam kesempatan itu, memberikan apresiasi kepada kedua HMJ yang mampu menggelar kegiatan berskala nasional dengan menghadirkan para pemateri yang luar biasa.

“Setingkat HMJ dapat mewujudkan kegiatan seperti ini, ini sangat luar biasa. Kami berikan apresiasi yang tak terhingga kepada HMJ HPI dan HMJ HKI,” ucap Basri.

Baca juga: PMB Pada 12 Juli 2021 di Lhokseumawe Dipastikan Berlangsung Secara Tatap Muka 

Baca juga: Wanita Ini Dituntut 13 Tahun Penjara, Gelapkan Uang Perusahaan Rp 11 Miliar, Beli 3 Mobil dan Rumah

Baca juga: Enam Warga Terjebak Banjir di Kebun Sawit, BPBD Abdya Evakuasi Pakai Perahu Karet

Rektor juga menyebutkan, tema yang diangkat dalam dialog publik ini sangat menarik untuk dibahas. Ini menjadi salah satu pembahasan terkait kemajuan dan kesejahteraan sebuah daerah.

Ada tiga modal dasar dalam kemajuan dan kesahteraan sebuah daerah, yakni potensi alam, SDM yang unggul, dan anggaran yang dapat mendorong perubahan dan pertumbuhan perekonomian. 

"Maka dari itu, dialog ini dapat menjadi pencerahan bagaimana kelanjutan dari penggunaan dana otsus untuk kemakmuran masyarakat dan daerah,” lanjutnya. 

Sementara itu Asisten I Pemko Langsa Suriyatno AP, MSP, saat membuka dialog publik nasional ini, menjelaskan mengenai penggunaan dan pemanfaatan dana otsus di Aceh sejak tahun 2008 hingga kini.

Menurutnya, Pemko Langsa sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan juga harapan semua semoga dana otsus dapat terus diterima oleh masyarakat Aceh. 

Baca juga: Meninggal di Medan, Warga Aceh Tamiang Dimakamkan Sesuai Protokol Kesehatan

Dekan Fakultas Syariah IAIN Langsa, Dr. Zulfikar, MA, menyebutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini adalah hasil dari keinginan dan cita-cita para mahasiswa untuk membawa manfaat yang banyak bagi bangsa dan masyarakat. 

Jubir DPP PA, Nurzahri, ST, menyebutkan, dana Otonomi Khusus yang diberikan untuk Aceh harus dikelola dengan baik dan diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat Aceh atas 3 hal, yaitu infrastuktur, Pendidikan dan Kesehatan. 

"Miris, ketika melihat pejabat Aceh memanfaatkan dana Otsus untuk hal-hal sepele dan menjurus pada kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu," imbuh mantan anggota DPRA ini.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved