Breaking News:

Salam

Pertemuan Gubernur dan Rektor USK Kita Apresiasi

HARIAN Serambi Indonesia edisi Ahad (11/7/2021) kemarin mewartakan bahwa Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, melakukan

Editor: hasyim
FOTO HUMAS SETDA ACEH
Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, melakukan pertemuan dengan Rektor USK, Prof Dr Samsul Rizal MEng, membahas percepatan pembebasan lahan HTI untuk pembangunan kampus II USK di Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu (10/7/2021). 

HARIAN Serambi Indonesia edisi Ahad (11/7/2021) kemarin mewartakan bahwa Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng, di Pendopo Gubernur Aceh. Pertemuan pada Sabtu (10/7/2021) pagi itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Adalah Gubernur Nova yang berinisiatif mengundang Rektor USK untuk hadir ke pendopo. Rektor pun hadir didampingi dua wakil rek- tor: Prof Dr Marwan MT dan Dr Agussabti MSi.

Gubernur Aceh didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Asisten Bidang Keistimewaan dan Pemerintahan Sekda Aceh, Dr M Jafar dan Kadis LHK Aceh, A Hanan MM.

Pada kesempatan itu, Nova menyatakan komitmen dan tekadnya untuk mempercepat pembebasan lahan kawasan Hutan Tanaman In- dustri (HTI) di Aceh Besar menjadi lokasi pembangunan Kampus II USK. Menurut Nova, upaya itu dilakukan Pemerintah Aceh agar pembangunan kampus II milik “Kampus Jantung Hati Rakyat Aceh” itu dapat segera dilaksanakan. Gubernur menjelaskan, tahun lalu pihaknya sudah terima SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI terkait sejumlah syarat yang harus dipenuhi Pemerintah Aceh untuk pengalihan lahan HTI itu kepada Pemerintah Aceh dan selanjutnya akan dikonversi untuk pembangunan Kampus II USK. Salah satunya, gubernur harus mendapat sertifikat hak milik (SHM) terlebih dulu sebelum menyerahkan lahan tersebut ke USK.

“Kita akan segera urus segala sesuatu hingga sesuai dengan perintah SK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar bisa menyerahkan secara resmi ke USK. Kalau ada pembayaran dalam pengurusan itu, kita akan gunakan APBA,” ungkap Nova.

Apa yang disampaikan Gubernur Nova itu sangat kita apresiasi, seperti kita mengapresiasi pertemuan langka tersebut. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam dua tahun terakhir dua tokoh yang berasal dari fakultas yang sama, yakni Fakultas Teknik USK ini, sangat jarang terlihat bersama. Padahal, Rektor USK, seperti halnya Rektor UIN Ar-Raniry, adalah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh di mana gubernur sebagai ketuanya.

Entah apa sebabnya sampai pucuk pimpinan Aceh dan pucuk pimpinan USK ini terkesan tidak akur. Ketidakakuran itu terkadang ditonjolkan dan diulas oleh media online, tapi diabaikan oleh media tertentu. Sampai akhirnya sebuah media online dua pekan lalu mengabarkan bahwa Pemerintah Aceh menghambat terwujudnya Kampus II USK, karena Gubernur Nova dikabarkan tak mau menandatangani surat dukungan untuk itu.

Media tak berlebihan karena ada bukti sudah tiga kali Rektor USK menyurati Gubernur Aceh, tapi harapan USK seperti tak bersahut. Lalu, persoalan ini diramaikan banyak pihak di media sosial. Ketua DPRA pun menyurati Gubernur Aceh pada 2 Juli lalu. Alhamdulillah, pada 2 Juli pula Gubernur Nova menandatangani surat yang diperlukan untuk mempermulus terwujudnya lahan untuk Kampus II USK. Itulah sebab, pertemuan antara Gubernur Aceh dengan Rektor USK ini sangat patut kita apresiasi karena akan mempercepat proses yang selama ini diharapkan pihak USK. Apalagi Gubernur Aceh sudah membentuk tim dengan melibatkan unsur Pemerintah Aceh dan USK untuk menindaklanjuti dan melengkapi berbagai dokumen dan per- syaratan. Sekarang hanya tinggal penyampaian dokumen tapal batas saja ke Menteri LHK. Selanjutnya, pada 7 Juli 2021, gubernur sudah teken surat permohonan perpajangan batas waktu penetapan tapal batas area pelepasan hutan untuk pembangunan kampus II tersebut. Melalui APBA 2021, gubernur juga mengalokasikan anggaran untuk penetapan tapal batas area hutan yang akan dibebaskan itu.

Atas semua kemajuan tersebut, pantas bila Rektor USK, Prof Samsul Rizal berterima kasih. Dengan demikian, pembebasan lahan untuk lokasi pembangunan kampus II USK dapat segera terwujud. Itulah harapan segenap civitas akademika USK dan rakyat Aceh. Pemimpin harus tetap kompak, tidak saling sandera, dan harus berjiwa besar untuk menomorsatukan kepentingan publik daripada sentimen atau intrik pribadi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved