Breaking News:

Kupi Beungoh

Sejarah Panjang Sabang dan Kekuatan Besar Ekonomi Aceh

Jikapun Pelabuhan Bebas Sabang belum berjalan baik, masyarakat Sabang memiliki kekuatan tersendiri untuk menghidupi ekonominya

Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Magister pada Ilmu Sejarah Tamaddun Islam pada Universitas Islam Negeri Ar-raniry 

Teori lebih kuat jika kita melihat sejarah terbentuknya selat sunda yang memisahkan antara Pulau Jawa dengan Sumatera.

Baca juga: PLN Perpanjang Stimulus Listrik hingga September 2021, Cara Mendapatkannya Berbeda dengan Sebelumnya

Baca juga: Realme C25 Turun Harga untuk Semua Varian, Periode Promo Terbatas

Ditambahkan lagi tempat penyebrangan yang bernama ‘Ulee lheuh’ yang berti ujung lepasan. Ini menguatkan kita bahwa dulunya antara Pulau Weh dan Sumatera menyatu.

Saat kekuasaan kerajaan Aceh Darussalam, Pulau Weh difungsikan sebagai tempat untuk mengasingkan orang.

Sultan Aceh mengunakan pulau tersebut guna mengasingkan orang-orang buangan dan di anggap melawan kekuasaan sultan.

Tetapi saat kekuasan Pemerintah Hindia Belanda, mereka membuka Sabang sebagai dermaga. Belanda memperkenalkan secara luas pelabuhan alam yang di beri nama Kolen Station yang dioperasikan sejak tahun 1881.

Pada tahun 1883, dermaga Sabang dibuka untuk kapal berdermaga oleh Asosiasi Atjeh.

Walaupun pada awalnya pelabuhan tersebut dijadikan pangkalan batubara untuk Angkatan Laut Kerajaan Belanda, tetapi kemudian juga digunakan oleh kapal pedagang untuk mengirim barang ekspor dari Sumatera.

Pada tahun 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menambah, membangun fasilitas, dan sarana penunjang pelabuhan.

Pada tahun 1895, era pelabuhan bebas di Sabang dimulai. Pemerintah Hindia Belanda memberi istilah Vrij Haven dan dikelola oleh Sabang Maatschaappij. Saat ini setiap tahunnya, 50.000 kapal melewati Selat Malaka .

Tahun 1899, Ernst Heldring mengenali potensi Sabang sebagai pelabuhan internasional dan mengusulkan pengembangan pelabuhan Sabang pada Nederlandsche Handel Maatschappij dan beberapa perusahaan Belanda lainnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved