Selasa, 14 April 2026

Berita Aceh Barat

Telantar Berbulan-bulan di Meulaboh, Seorang Ibu Diserahkan Kembali Pada Anaknya

Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat, melakukan pengembalian seorang ibu kepada anak kandungnya yang telantar berbulan-bulan di Meulaboh selama ini

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
Foto/Dok Dinsos Aceh Barat
Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat, melakukan reunifikasi keluarga lansia, atau pengembalian seorang ibu kepada anak kandungnya di Desa Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, Selasa (13/7/2021). 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat, melakukan reunifikasi keluarga lansia, atau pengembalian seorang ibu kepada anak kandungnya yang telantar berbulan-bulan di Meulaboh selama ini.

Rosma (79) merupakan salah satu lansia yang dibiarkan melanglang buana atau ditelantarkan di kawasan Meulaboh.

Selama berbulan-bulan tidak dijemput oleh anaknya dari Desa Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat.

Baca juga: DPO Kasus Pencabulan Ditangkap di Warung Kopi di Bireuen, Sempat Ingin Lari

Sementara selama ini Rosma berada di kawasan Desa Rundeng, Kecamatan Johan Pahlawan.

Oleh aparat desa, ibu lansia tersebut diantar ke Dinas Sosial guna untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Kepala Dinas Sosial Aceh Barat, Warjohan bersama Kabid Rehabilitasi Sosial dan stafnya melakukan reunifikasi keluarga lansia terlantar pada Selasa (13/7/201) kemarin.

Kegiatan tersebut turut di dampingi oleh Kapolsek Woyla, Keuchik Gampong Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, Sekdes Rundeng, Kecamatan Johan Pahlawan. Kemudian Kabid PA DP3AKB, Kasi Anak dan Lansia, Staf Rehsos, Peksos dan Warga Pasi Aceh.

Baca juga: Banjir Gunong Pulo Aceh Barat Mulai Surut, Sebagian Rumah Masih Tergenang, Warga Bersihkan Lumpur

Kepala Dinas Sosial Aceh Barat secara langsung memberikan edukasi penguatan pengasuhan lansia kepada keluarga.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama lintas sektor, lansia kembali dalam asuhan keluarganya.

Selanjutnya pihak gampong dan polsek akan mengawasi agar hal yang sama tidak terulang lagi dengan membiarkan orang tua telantar,” kata Warjohan.

Baca juga: Afrika Selatan Cheos Bak Medan Perang, Toko dan Gudang Jadi Sasaran Penjarahan, 72 Orang Meninggal

Dalam proses pengembalian lansia tersebut dari Dinsos ke anaknya kandung lansia, yaitu Dasril (Buyung) di rumah anaknya Gampong Pasi Aceh disertai dengan berita acara.

Pihak dinas berharap supaya anak dan keluarganya bisa menerima lansia tersebut.

Kemudian mengasuhnya dengan baik, sehingga tidak telantar lagi seperti yang telah terjadi selama ini.

Rosma seorang lansia yang saat ini tidak memiliki rumah sendiri.

Ia hanya memiliki satu-satunya anak laki-laki, sebagai harapan untuk bisa merawatnya dikala usia senja.

"Kita harapkan mereka bisa akur, kembali dengan baik dan saling menerimanya dengan kondisi yang ada," harapnya.(*)

Baca juga: Tiga Nelayan Bireuen Jatuh Ke Laut Saat Dihempas Ombak Besar, 1 Orang Meninggal Dunia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved