Breaking News:

7 Proyek Rampung, Hulu Migas Terus Permulus Izin Investor Demi Cita-Cita 1 Juta BOPD & 12 BSCFD 2030

Ketujuh proyek hulu migas yang sempat tertunda pada 2020 akibat pandemi Covid-19 itu kini sudah onstream, dan terbukti memberikan tambahan produksi mi

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
Anjungan pengeboran migas lepas pantai. (Kompas.com/Dani J) 

SERAMBINEWS.COM - Hulu migas Indonesia yang dikelola oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pada Juli 2021 telah berhasil menyelesaikan 7 dari 12 proyek hulu migas yang ditargetkan pada tahun 2021.

Keberhasilan ketujuh proyek ini merupakan sebuah kabar bahagia bagi industri hulu migas.

Selain dapat menekan laju penurunan produksi di tengah sulitnya perekonomian negara akibat pandemi Covid-19 saat ini, ketujuh proyek hulu yang telah onstream tersebut juga memberikan tambahan produksi bagi nasional sekaligus menyicil target 1 juta barel per hari (BOPD) dan 12 barel standar kaki kubik per hari (BSCFD) gas di 2030 mendatang.

Sebagai informasi, SKK Migas merupakan sebuah institusi yang dibentuk pemerintah Indonesia untuk melaksanakan pengelolaan terhadap kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS).

Pembentukan lembaga yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ini, dimaksudkan agar pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara.

Hingga pada akhirnya dapat menciptakan kemakmuran yang sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

SKK Migas yang berdiri sejak tahun 2013 telah memberikan pengaruh cukup besar terhadap industri hulu migas di Indonesia.

Dengan trend konsumtif masyarakat pada bahan bakar fosil yang terus mengalami peningkatan, juga semakin berkembangnya industri yang menggunakan gas alam sebagai bahan baku, kehadiran institusi ini terbukti sangat membantu negara dalam mengelola dan memaksimalkan produksi dari sektor hulu migas.

Kendati demikian, tak bisa dipungkiri bahwa laju produksi migas di Indonesia hingga saat ini belum juga mampu mencukupi kebutuhan energi secara nasional.

Menurut data SKK Migas yang dipaparkan dalam Konferensi Pers virtual Kinerja Hulu Migas Kuartal 1 2021 pada 26 April 2021, konsumsi minyak di Indonesia pada tahun 2020 tercatat mencapai 1,66 juta BOPD. Tetapi Indonesia hanya mampu memproduksi minyak sekitar 700 ribu BOPD.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved