Berita Luar Negeri
Ketegangan Meningkat, AS Minta 24 Diplomat Rusia Angkat Kaki Pada 3 September
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat mengatakan Washington telah meminta 24 diplomat Rusia untuk meninggalkan negara itu pada 3 September
Ketegangan Meningkat, AS Minta 24 Diplomat Rusia Angkat Kaki Pada 3 September
SERAMBINEWS.COM - MOSKOW - Hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat sejak dulu memang tidak harmonis.
Tapi kini ketegangan antara dua negara makin meningkat.
Hal ini disusul oleh permintaan AS agar 24 Diplomat Rusia angkat kaki dari Amerika Serikat
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat mengatakan Washington telah meminta 24 diplomat Rusia untuk meninggalkan negara itu pada 3 September setelah visa mereka berakhir.
Hal tersebut semakin meningkatkan ketegangan antara kedua negara.
Baca juga: Mengenal Zveno-3C, Pesawat Baru Milik Rusia yang Diklaim Tahan Rudal dan Bom Nuklir
Melansir Reuters, dalam sebuah wawancara dengan majalah National Interest yang diterbitkan pada hari Minggu.
Duta Besar Anatoly Antonov tidak mengatakan apakah tindakan AS didorong oleh perselisihan tertentu.
Dia mengatakan hampir semua diplomat akan pergi meninggalkan AS tanpa pengganti karena Washington tiba-tiba memperketat prosedur penerbitan visa.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, menanggapi pernyataan tersebut, dengan mengatakan pada hari Senin bahwa Washington tidak menggunakan visa diplomat Rusia untuk membalas terhadap Moskow.
Dia mengatakan pernyataan duta besar itu "tidak akurat."
Baca juga: Rusia Selesai Uji Sistem Pertahanan Udara S-500 Prometheus, Siap Bunuh’ Pesawat Siluman F-35 AS
Price tidak membantah fakta bahwa diplomat Rusia harus meninggalkan Amerika Serikat.
Ia mengatakan hal ini bukanlah hal baru bahwa orang Rusia harus mengajukan perpanjangan visa mereka setelah tiga tahun.
Menurutnya, aplikasi-aplikasi tersebut ditinjau berdasarkan kasus per kasus.
Moskow dan Washington telah lama berbeda pendapat dalam berbagai masalah.
Hubungan kedua negara semakin merosot setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan dia yakin Presiden Rusia Vladimir Putin adalah seorang pembunuh.
Ketegangan agak mereda setelah Biden bertemu Putin untuk pembicaraan pada 16 Juni, yang bahkan menyebabkan kembalinya sejumlah uang investor asing ke dalam obligasi pemerintah Rusia.
Baca juga: Korea Utara akan Awasi Latihan Militer Korea Selatan Dengan AS, Adik Kim Jong Un Peringatkan Seoul
Namun, menurut Departemen Luar Negeri AS pada hari Jumat pekan lalu, Rusia mulai bulan ini melarang kedutaan AS di Moskow untuk mempertahankan, mempekerjakan atau mengontrak staf Rusia atau negara ketiga, kecuali penjaga, serta memaksa kedutaan untuk melepaskan 182 karyawan dan puluhan kontraktor.
"Kami berhak untuk mengambil langkah-langkah tanggapan yang tepat untuk tindakan Rusia," kata Price selama pengarahan rutin pada hari Senin.
Washington memberlakukan sanksi terhadap Rusia pada bulan Maret dan April karena ikut campur dalam pemilihan AS tahun lalu, peretasan dunia maya, aksi gertakannya kepada Ukraina, dan dugaan tindakan memfitnah lainnya.
Baca juga: Rudal Trident, Senjata Nuklir Mengerikan Milik Inggris, Jangkau Target di Seluruh Dunia
Dalam sebuah wawancara, Antonov mengatakan: "Kami berharap bahwa akal sehat akan menang dan kami akan dapat menormalkan kehidupan warga dan diplomat Rusia di Amerika Serikat dengan prinsip timbal balik."(*)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Rusia: AS meminta 24 diplomat kami untuk hengkang pada 3 September
Baca juga: Menko Airlangga: Selama PPKM Level 4 Luar Jawa dan Bali, Sejumlah Wilayah Menunjukkan Perbaikan
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Selasa 3 Agustus 2021, Berikut Daftar Harga Emas Per Gram
Baca juga: Uang Rp 2 Triliun Tak Ada, Ini Awal Kecurigaan dan Begini Kondisi Rumah Anak Akidi Tio di Sumsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/national-mall-menjelang-upacara-pelantikan.jpg)