Breaking News:

Berita Nagan Raya

Dua Pemain Chip Higgs Domino Dicambuk di Nagan Raya

Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya melakukan eksekusi cambuk terhadap dua warga dalam kasus judi (maisir) chip higgs domino

Penulis: Rizwan | Editor: Muhammad Hadi
Dok Kejari Nagan Raya
Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya melakukan eksekusi cambuk terhadap dua warga dalam kasus judi (maisir) chip higgs domino. Eksekusi cambuk masing-masing dihukum 20 kali berlangsung di Alun-alun Suka Makmue, Jumat (13/8/2021) siang 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya melakukan eksekusi cambuk terhadap dua warga dalam kasus judi (maisir) chip higgs domino.

Eksekusi cambuk masing-masing dihukum 20 kali berlangsung di Alun-alun Suka Makmue, Nagan Raya, Jumat (13/8/2021) siang.

Dua terpidana yang dicambuk adalah Fernanda Ersid Bin Suhadi Suro dan Amren Bahar Bin M Diah.

Pelaksanaan hukuman cambuk setelah kasus keduanya inkrah (berkekuatan hukum tetap) setelah dijatuhi vonis oleh Mahkamah Syairiyah Suka Makmue.

Baca juga: Perkelahian Maut di Hutan Singkil belum Ada Perdamaian, Malam Hari Mencekam

Dua tervonis dibawa ke Alun-alun dari sebelumnya selama ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Meulaboh.

Turut hadir pada eksekusi cambuk meliputi Kajari Dudi Mulia Kusumah, Sekda H Ardimartha, Kasdim Mayor Inf Samil Fuddin, Kasat Binmas AKP S Bambang, Ketua MS Irkham Soederi, dan sejumlah kasi Kejari setempat serta pejabat dari Dinas Syariat Islam.

Prosesi cambuk diawali pembacaan putusan eksekusi oleh Kasi Pidum Kejari R Bayu Ferdian.

Lalu dilanjutkan cambuk oleh eksekutor dari petugas Wilayatul Hisbah (WH) dari Satpol PP/WH kabupaten setempat.

Baca juga: Kisah Nelayan Aceh Barat Ditabrak Kapal Pengangkut Barang, Mengapung di Atas Fiber Hingga Selamat

Kasi Pidum membacakan putusan bahwa menyatakan terdakwa Fernanda Ersid Bin Suhadi Suro dan Amren Bahar Bin M Diah telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Jinayat Maisir sebagaimana dalam dakwaan melanggar Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

"Terpidana sudah ditahan sejak 19 April 2021 sampai dengan uqubat cambuk 13 Agustus 2021 atau ditahan selama 117 hari terpidana dikurangi 4 kali.

Berdasarkan Pasal 23 ayat (2) dan (3) Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2013 tentang Hukum acara Jinayat sehingga terpidana dicambuk 16 kali," ujarnya.

Baca juga: Remaja Aceh Jaya Menderita Thalassemia, Kini Kaki Kanan Membusuk

Setelah dicambuk, kedua terdakwa diberikan surat bebas oleh pihak LP Meulaboh.

Sementara itu, Sekda Nagan Raya membacakan sambutan bupati meminta bahwa pelaksanaan cambuk menjadi efek jera.

Sehingga ke depan tidak lagi diulangi oleh kedua warga tersebut dan masyarakat lainnya.

"Mari kita tinggalkan perbuatan yang dilarang agama dengan bermain judi," harapnya.(*)

Baca juga: Pansus DPRA Janji Selesaikan Tanah Jalan Tol

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved