Update Covid 19
Melihat Kasus Anak Terpapar Covid-19 di Aceh yang Kian Mengkhawatirkan
Pada Agustus 2021 naik lagi menjadi 2.334 kasus. Sebanyak 21 orang di antaranya meninggal dunia. Data ini menunjukkan angka kematian anak di Aceh akib
Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
Akan tetapi, anak-anak positif Covid-19 mempunyai peran yang sangat besar pada transmisi virus Covid-19 di suatu populasi.
Studi dari LBM Eijkman ini telah dilaporkan di jurnal ilmiah Journal of Clinical Virology Plus.
Dikutip dari Kompas.com 21 Juni 2021, Dokter Spesialis Patologi Forensik KSM Kesehatan Anak di RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr dr Rismala Dewi SpA(K) mengatakan, infeksi varian Delta menyebabkan gejala yang sangat bervariasi pada anak.
"Gejalanya (gejala Covid-19 pada anak) memang bisa bermacam-macam tidak khas, tidak banyak yang berhubungan dengan gangguan saluran cerna atau pernapasan," ujar Rismala.
Dia mengelompokkan beberapa contoh gejala virus corona yang umumnya terjadi pada anak akibat infeksi varian Delta.
Gejala terinfeksi varian Delta pada anak adalah: demam, diare/mencret, batuk, pilek, muncul ruam pada kulit.
Selain beberapa gejala itu, MayoClinic menyebutkan, ada juga beberapa gejala Covid-19 pada anak yang umumnya terjadi, sebagai berikut: demam, batuk, sakit tenggorokan, sulit bernapas, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, mual dan muntah, diare, nafsu makan menurun, kehilangan kemampuan mencium bau dan mengecap rasa, sakit perut.
Jika anak mengalami beberapa gejala Covid-19 seperti yang dijelaskan di atas, Rismala mengimbau kepada orang tua agar tidak memberikan pengobatan sendiri.
Ia merekomendasikan untuk segera menghubungi dokter atau fasilitas layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah.
Sementara, jika anak belum dipastikan terpapar Covid-19, orang tua bisa menjaga anak agar tidak terjadi indikasi gejala yang lebih buruk lagi.
Baca juga: Lulusan Oxford dan Putra Pejabat Militer di Afghanistan Minta Bantuan
Meski demikian, orang tua sebaiknya tidak membiarkan anak keluar rumah, kecuali kondisi mendesak, seperti untuk pemeriksaan medis.
Vaksin untuk anak
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Aceh dan IDI Wilayah Aceh sejak awal telah mendorong percepatan agar anak usia 12-17 tahun mendapat suntikan vaksin sebagai benteng pertahanan diri dari virus corona.
Anjuran ini berdasarkan tren kasus, peningkatan, dan penelitian yang dilakukan IDAI di seluruh provinsi di Indonesia termasuk di Aceh.
"Kita sangat menganjurkan agar anak-anak di Aceh ikut vaksin, terutama anak usia 12-17 tahun," kata Ketua IDAI Aceh Dr dr Herlina Dimianti SpA (K). Sedangkan anak di bawah 10 tahun, hingga saat ini belum ada penelitian tentang vaksin terhadap kelompok tersebut.