Update Covid 19
Melihat Kasus Anak Terpapar Covid-19 di Aceh yang Kian Mengkhawatirkan
Pada Agustus 2021 naik lagi menjadi 2.334 kasus. Sebanyak 21 orang di antaranya meninggal dunia. Data ini menunjukkan angka kematian anak di Aceh akib
Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
IDAI Aceh mencatat, terjadi peningkatan tren kasus positif Covid-19 pada anak sejak awal Agustus lalu.
"1 sampai 8 Agustus kita mencatat ada peningkatan konfirmasi positif Covid-19 pada anak. Ada sekitar 116 kasus," kata dia.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, 2.419 anak telah menjalani swab tes. Jumlah tersebut memang belum sesuai dengan jumlah kasus keseluruhan yang telah didata, karena masih ada 52 lagi yang belum keluar hasilnya.
"Ini yang terkonfirmasi positif tersebar di seluruh Aceh, jadi kita melakukan tracing di seluruh Aceh. Dari 23 kabupaten/kota, kita yang tidak ada sumber daya manusia (SDM) hanya di Subulussalam. Setiap pekan kita menyetor berapa angka anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh ke pusat. Karena data itu diminta oleh pusat setiap pekan untuk laporan kepada kementerian," katanya.
Menurut analisis IDAI Aceh terjadinya peningkatan tren kasus positif Covid-19 pada anak di Aceh antara lain disebabkan tingginya mobilitas anak-anak, terlebih anak-anak yang kelompok usia 12 hingga 17 tahun.
"Anak-anak ini bisa terpapar dari siapa saja, dari orang tua mungkin di rumah, dari teman-teman di luar, atau dari kedai kopi dan sebagainya," katanya.
Varian delta pada anak
Baru-baru ini, Lembaga Bio Molekuler (LBM), Eijkman memeriksa 1.973 sampel pasien Covid-19 yang berusia kurang dari 18 tahun.
Sampel-sampel tersebut diambil sejak periode Maret hingga November 2020. Dari 1.973 sampel tersebut ada 208 anak positif covid-19.
Sebanyak 140 anak yang positif tidak ditemukan gejala apa pun. Sedangkan 68 anak lainnya memiliki gejala. "Sebanyak 67,3 persen anak-anak positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala.
Hanya 32,7 persen pasien positif Covid-19 mempunyai gejala," tulis Eijkman dalam unggahan di akun Instagram resminya @eijkmaninstitute, Minggu (27/6/2021).
Gejala yang paling banyak dilaporkan pada pasien anak-anak positif Covid-19, kata Eijkman, di antaranya adalah batuk 57,4 persen, kelelahan 39,7 persen, dan demam 36,8 persen.
Hanya 15 pasien anak-anak yang mempunyai gejala sesak napas, gejala Covid-19 yang paling sering dilaporkan pada orang dewasa.
Baca juga: Taliban Kuasai Sistim Pengawasan Super Buatan AS, Afghanistan Jadi Ajang Ujicoba Alat Militer Baru
Pneumonia yang dikonfirmasi oleh X-ray lebih banyak ditemukan pada kelompok usia 1-5 tahun sebanyak 77 persen dan 6-10 tahun 66,7 persen.
Eijkman menyebut bahwa temuannya ini menunjukkan bahwa mayoritas anak-anak yang terinfeksi virus Covid-19 tidak mempunyai gejala atau hanya mempunyai gejala ringan.