Breaking News:

Berita Luar Negeri

Tarik Pasukan dari Afghanistan, Ini Akibat yang Diterima Presiden Amerika Serikat Joe Biden

Popularis Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden merosot tajam pasca keputusannya menarik pasukan AS dari Afganistan yang amburadul

Editor: Muhammad Hadi
Drew Angerer/Getty Images/AFP
Presiden AS Joe Biden berhenti sejenak saat mendengarkan pertanyaan dari seorang reporter tentang situasi di Afghanistan di Ruang Timur Gedung Putih pada 26 Agustus 2021 di Washington, DC. Sedikitnya 12 tentara Amerika tewas pada Kamis akibat serangan bom bunuh diri di dekat Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan. (Drew Angerer/Getty Images/AFP) 

Tarik Pasukan dari Afghanistan, Ini Akibat yang Diterima Presiden Amerika Serikat Joe Biden

SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Joe Biden sedang mengalami masa-masa sulit akibat penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Joe Biden mendapat tekanan kuat dari dalam negeri akibat tewasnya 13 tentara AS di bandara Kabul, Afghanistan.

Warga AS pun makin bertambah tidak percaya kepada kepemimpinan Joe Biden setelah ledakan bom yang menewaskan pasukan AS, warga dan Taliban yang dilakukan kelompok ISIS-K.

Popularis Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden merosot tajam pasca keputusannya menarik pasukan AS dari Afganistan yang amburadul.

Baca juga: 20 Tahun Berperang di Afghanistan, 2.500 Tentara AS Tewas dan Telan Biaya 2 Triliun Dollar  

Sebagian besar masyarakat AS menentang cara Biden menangani penarikan pasukan AS yang menimbulkan korban jiwa.

Hal itu berdasarkan jajak pendapat Yahoo News.

Survei dilakukan terhadap 1.605 orang dewasa AS dari tanggal 30 Agustus hingga 1 September 2021.

Kejatuhan popularitas Biden terjadi setelah pembom bunuh diri ISIS-K menewaskan 13 tentara AS dan puluhan warga Afganistan di luar bandara utama Kabul selama hari-hari terakhir evakuasi AS yang hiruk pikuk.

Baca juga: Lembah Panjshir Bakal Jadi Arena Perang, Taliban Kerahkan Pejuang Untuk Serang Pasukan Ahmad Massoud

 Melansir Yahoo News, Jumat (3/9/2021), ini menunjukkan bahwa opini publik terhadap Biden dan perang telah mengalami perubahan signifikan sejak jajak pendapat Yahoo News/YouGov sebelumnya, yang dilakukan setelah Taliban menguasai Kabul dua minggu lalu.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved