Berita Aceh Besar

Banyak Bukit Harus Dibelah, Jalan Jantho-Lamno Mulai Pekerjaan Berat, Ini Target Selesainya

tahapan pekerjaan pembangunan jalan tembus Jantho – Lamno, pada tahun 2021 dan 2022 mendatang, mulai memasuki tahapan pekerjaan berat

Penulis: Herianto | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadis PUPR Aceh, Ir Mawardi, sedang jelaskan pekerjaan belah bukit jalan Jantho- Lamno kepada Kepala Bappeda Aceh H T Ahmad Dadek, yang meninjau lokasi proyek jalan tersebut bersama Tim P2 K nya, Rabu (15/9/2021). 

Beberapa bulan lalau, pernah berencana mau meninjau ke lokasi ketinggian 800 meter, sampai pada ketinggian 600 meter, mobilnya sudah tak mampu mendaki ke atas 800 meter.

Tapi pada hari Rabu (15/9/2021) ini, alhamdulillah, mobil dinasnya Mitsubishi Pajero bisa naik sampai ketinggian 800 meter.

Namun begitu ada beberapa unit mobil anggota Tim P2K tak mampu mendaki, dan harus ganti mobil dobel cabin yang memiliki gardang dua ataua 4 WD, untuk mencapaian ketinggian 800 meter tersebut,” ujar Ahmad Dadek.

Kepala Bappeda Aceh, H T Ahmad Dadek mengatakan, dalam melaksanakan pembelahan bukit untuk menurunkan ketinggian badan jalan agar bisa dilalui mobil barang dan penumpang umum,  operator alat berat dan truk-truk pengangkut pembuang tanah bukit yang di belah, harus ekstra hati-hati.

Baca juga: Mualem Lantik Pengurus KONI Banda Aceh, Ini Pesannya dan Target Hamdani Basyah di Pra PORA

Alasannya, bukit yang dibelah, cukup curam dan pada waktu hujan turun, pekerjaan di stop sementara, untuk menghindari tanah longsor.

Karena bukit baru dibelah, tanahnya gembur, ketika hujan turun, peluang terjadi tanah longsor cukup besar.

Pada waktu hujan turun, pekerjaan di stop sementara, untuk mengcegah terjadinya koban jiwa.

Dadek juga mengingatkan kepada rekanan yang mengerjakan pembangunan jalan Jantho – Lamno, pada bulan September ini, progres realisasi pekerjaannya sudah  minus 7 persen itu, harus dikejar, sehingga bulan depan tidak minus lagi.

Penurunan grade badan jalan, harus dituntaskan pada bulan ini, dimana bulan ini musim kemaraunya masih panjang, setelah memasuki bulan Oktober dan Nopember serta Desember, curah hujan di lokasi proyek akan semakin tinggi, dan itu bisa membuat program pekerjaan bertambah minus lagi.

Baca juga: Besok Presiden Jokowi Kunker ke Aceh, Pangdam IM Pimpin Gelar Pasukan di Polda Aceh

Dadek juga menghimbau PA (Mawardi), KPA (Hasrizal Kurnia) dan PPTK (Marliansyah), terus mengawasi pelaksanaan pekerjaan pelebaran badan jalan Jantho – Lamno ini, yang mulai memasuki pekerjaan berat dan beresiko tinggi.

Menanggapi seruan dan himbauan dari Kepala Bappeda Aceh, Kadis PUPR Aceh, Ir Mawardi yang didampingi Kabid Jalan Hasrizal Kurnia dan Kasi Jalan, Marliansyah mengatakan, pihaknya terus mengawasi pekerjaan pelebaran, pengerasan dan pengaspalan badan jalan Jantho – Lamno.

Kita berharap, kata Mawardi, pekerjaan pelebaran dan pengaspalan badan jalan Jantho - Lamno ini, bisa tuntas pertengahan tahun depan, sehingga sebelum berakhir masa tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, beliau bisa meresmikan penggunaan jalan Jantho -Lamno ini.(*)     

Baca juga: Kronologi Adik Abang Meninggal Tenggelam di Saluran Irigasi Juli Bireuen

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved