Senin, 20 April 2026

Internasional

Arab Saudi Beri Peluang Wanita Pimpin Perusahaan Militer Kerajaan

Arab Saudi memberi peluang kepada wanita yang berkompeten untuk memimpin perusahaan militer Kerajaan. Hal itu dilontarkan oleh Kepala Industri Militer

Editor: M Nur Pakar
Sumber: Saudi Press Agency
Rombongan pertama tentara perempuan Arab Saudi lulus dari Pusat Pelatihan Kader Perempuan Angkatan Bersenjata Rabu, (01/09/2021) (Sumber: Saudi Press Agency) 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Arab Saudi memberi peluang kepada wanita yang berkompeten untuk memimpin perusahaan militer Kerajaan.

Hal itu dilontarkan oleh Kepala Industri Militer Arab Saudi (SAMI), Walid Abukhaled kepada Arab News di pameran perdagangan DSEI London,Inggris, Jumat (17/9/2021).

Dia percaya bisnis milik negara dapat dijalankan oleh seorang insinyur wanita Arab Saudi.

Walid mengatakan Arab Saudi terus berusaha menarik bakat-bakat terbaik kembali ke Kerajaan.

Walid berpendapat menarik yang terbaik dan paling cerdas untuk bekerja di industri ini menjadi kunci untuk mencapai tujuan 50 persen.

Termasuk menggoda kembali perempuan Arab Saudi yang bekerja di luar negeri. .

Baca juga: Keberhasilan Wanita Arab Saudi Duduki Jabatan Penting Dibahas Dalam Konferensi Universitas Islam

Walid mengacu pada tujuan untuk melihat 50 persen dari semua pengeluaran pertahanan difokuskan di Kerajaan pada 2030.

Dia memberi alasan atas kepemimpin wanita dengan mengatakan:

“Saya yakin mereka akan menjadi pemimpin masa depan perusahaan militer."

“Saya benar-benar percaya kita akan memiliki kepala eksekutif wanita SAMI di masa depan."

"Mungkin tidak dalam waktu dekat, tapi itu pasti akan terjadi"

“Ada insinyur wanita Arab Saudi yang bekerja di Eropa dan AS yang mendapatkan pengalaman bagus dan mungkin ingin kembali ke Kerajaan."

“Anda ingin memberikan posisi teratas, seperti pekerjaan CEO, kepada yang terbaik, bukan karena jenis kelamin."

"Tetapi karena mereka adalah yang terbaik untuk pekerjaan itu dan memiliki pengalaman terbaik."
"Kerajaan sangat mendukung wanita.”

Perusahaan pertahanan, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Dana Investasi Publik, diluncurkan pada 2017.

Perusahaan itu menjadi pemain kunci dalam upaya Kerajaan mengurangi ketergantungannya pada produk militer asing.

Baca juga: Wanita Arab Saudi Mulai Duduki Jabatan Penting di Lembaga Dua Masjid Suci

Kesepakatan usaha patungan telah dicapai dengan perusahaan Prancis Thales dan perusahaan CMI Defence yang berbasis di Belgia.

Nota kesepahaman telah ditandatangani dengan Rosoboronexport Rusia, Boeing AS, dan Grup Angkatan Laut Prancis.

Partisipasi perempuan di pasar tenaga kerja Arab Saudi telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir ini.

Melonjak dari 19,7 persen pada 2018 menjadi 33 persen pada akhir 2020 atau naik 64 persen hanya dalam dua tahun.

Walid mengatakan di sektor pertahanan, perempuan sekarang mencapai 22 persen dari angkatan kerja.

Namun pekerjaan tersebut terutama berpusat di sekitar sumber daya manusia, keuangan, dan hukum.

Berbicara lebih luas, Walid Abukhaled mengatakan SAMI sedang memperluas usaha melalui akuisisi luar negeri, tetapi menolak untuk mengomentari target tertentu.

Baca juga: Perusahaan dan Individu Terancam Denda Rp 75,5 Miliar, Jika Mencemari Perairan Arab Saudi

“Pertama-tama kita perlu mengidentifikasi kesenjangan dalam kemampuan kita, dan melihat di mana itu dapat diisi," ujarnya.

"Kami harus lebih jelas tahun depan dalam bisnis di mana kesenjangannya dan apa yang perlu kami peroleh,” katanya.

Dia menambahkan:

“Kami ingin SAMI menjadi salah satu dari 25 perusahaan teratas di dunia pada tahun 2030."

"Kami tidak dapat melakukan itu semua secara internal dan kami harus memperoleh kemampuan dari dalam dan luar Kerajaan.”

Walid Abukhaled mengaku percaya diri dalam memberikan target lokalisasi 50 persen Kerajaan.

“Kami sudah lebih dari 50 persen dalam hal sejumlah kontrak yang telah kami menangkan," ujarnya.

"Beberapa akan kurang tentu saja, tetapi secara keseluruhan saya pikir target akan tercapai.” harapnya.

Walid Abukhaled mengatakan kemungkinan akan ada lebih banyak informasi tentang akuisisi.

Baca juga: Geng Pencucian Uang Rp 64 Triliun di Arab Saudi Divonis 20 Tahun Penjara

Termasuk kemitraan bertepatan dengan Pameran Pertahanan Dunia tahun depan yang akan berlangsung di Riyadh pada Maret 2022.

SAMI menjadi mitra strategis untuk acara yang menjanjikan pameran perdagangan pertahanan terbesar di dunia.

Sambil memuji apa yang disebutnya transformasi Kerajaan dalam beberapa tahun terakhir, Walid seorang insinyur dengan pelatihan, mengakui lebih banyak yang harus dilakukan.

Khususnya, untuk menciptakan basis keterampilan lokal untuk sektor yang diinginkan oleh program Visi 2030.

Walid bersikeras meskipun dia yakin SAMI akan mencapai target mempekerjakan tenaga kerja terampil dari 20.000 staf lokal pada tahun 2030, itu tergantung pada pelatihan.

Kekhawatiran itu juga ditandai oleh Ahmed bin Abdulaziz Al-Ohali, gubernur Otoritas Umum Industri Militer (GAMI) Kerajaan dalam wawancara terpisah dengan Arab News.

Baca juga: Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi Perbarui Mekanisme Masuk Kerajaan

Al-Ohali mengakui keberhasilan strategi 50 persen sangat bergantung pada penciptaan ekosistem yang sehat.

Mencakup pusat penelitian, universitas, lembaga akademik, dan lembaga publik dan swasta.

"GAMI memiliki visi untuk menjalin kemitraan dengan institusi akademik untuk menutup kesenjangan keterampilan lokal di berbagai bidang seperti teknik dan keahlian," kata Al-Ohali.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved