Breaking News:

Berita Bener Meriah

Kabar Gembira, Gaji Honorer dan TC PNS Bener Meriah Segera Dibayar, Begini Janji Plt Bupati Dailami

“Gaji tenaga honorer dan TC PNS akan dibayar secara bertahap,” janji Dailami. 

Penulis: Budi Fatria | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Plt Bupati Bener Meriah, Dailami sempat bersetegang dengan aktivis LSM Garis Merah di depan Gedung DPRK Bener Meriah, Senin (20/9/2021). 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Dailami memastikan, jerih atau gaji tenaga honorer yang tertunggak selama enam bulan, akan segera dibayar.

Hal ini disampaikan Dailami kepada wartawan usai mengikuti sidang paripurna APBK-P di gedung DPRK Bener Meriah, Senin (20/9/2021).

“Gaji tenaga honorer akan kita bayarkan. Karena mengingat ini masa pandemi meskipun sudah kita wacanakan tiba-tiba terjadi recofusing sehingga tertunda pembayaran gaji honorer,” ujar Dailami.

Sebenarnya, jelas Dailami, anggaran untuk gaji honorer itu sudah diplot senilai Rp 6 miliar.

Namun karena tidak mencukupi sehingga harus ditambah lagi senilai Rp 2,5 miliar.

“Gaji tenaga honorer dan TC PNS akan dibayar secara bertahap,” janji Dailami. 

Baca juga: Aktivis Desak DPRK Bener Meriah Tolak APBK-P Jika Tak Bisa Akomodir Gaji Honorer

Bersitegang dengan LSM

Sebelumnya, Plt Bupati Bener Meriah, Dailami sempat berdebat dengan Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garis Merah, Nasri Gayo, di halaman Gedung DPRK Bener Meriah, Senin (20/9/2021).

Perdebatan itu bermula ketika Plt Bupati Dailami memanggil perwakilan LSM Garis Merah ke depan gedung dewan untuk mempertanyakan terkait aksi pemasangan poster bertuliskan “Copot Sekda, Kadisdik, dan Kadiskes” di ruang sidang DPRK Bener Meriah.

Aksi pemasangan poster itu berlangsung saat sidang paripurna perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK-P) tahun anggaran 2021 yang dibuka oleh Ketua DPRK Bener Meriah, MHD Saleh dan dihadiri Plt Bupati Dailami.

“Alasan anda mengkritik atau mau menurunkan Sekda, Kadiskes, dan Kadisdik, kira-kira apa persoalannya,” tanya Dailami kepada Nasri Gayo.

“Yang harus digaris bawahi di Bener Meriah, dinas yang banyak anggarannya adalah Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan,” jawab Nasri.

“Dalam rapat Banggar sempat mencuat, ada bahasa ternyata Sekda, Kadiskes dan PPTK tanpa koordinasi dengan DPRK Bener Meriah memanfaatkan dana insentif daerah (DID) untuk pematangan lahan Puskesmas Ramung,” jelas Nasri kepada Dailami.

Baca juga: Pimpinan DPRK Aceh Utara Minta Pemkab Usulkan Kembali Gaji Honorer ke APBK-P 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved