Breaking News:

Salam

Patuhi Larangan Masuk Mal bagi Anak-anak dan Lansia

HARIAN Serambi Indonesia edisi Minggu (19/9/2021) kemarin mewartakan bahwa anak-anak yang masih berusia di bawah 12 tahun

Editor: bakri
Serambi Indonesia
Tim yang dipimpin oleh Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Ardiansyah SSTP, MSi saat mendatangi Suzuya Mall, Banda Aceh, Jumat (17/9/2021) sore. 

HARIAN Serambi Indonesia edisi Minggu (19/9/2021) kemarin mewartakan bahwa anak-anak yang masih berusia di bawah 12 tahun dan manusia lanjut usia (lansia) di atas 70 tahun dilarang masuk pusat perbelanjaan atau mal. Hal itu ditegaskan dalam instruksi Wali Kota (Inwal) Nomor 15 Tahun 2021 yang merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021.

Untuk menyosialisasikan instruksi wali kota terkait tata cara operasional pusat perbelanjaan atau mal tersebut, petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh menyambangi pusat-pusat perbelanjaan di Banda Aceh. Tim yang dipimpin Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Ardiansyah SSTP MSi itu awalnya mengunjungi Suzuya Mal.

Tim kemudian bergerak menuju Plaza Aceh atau Matahari. Kedatangan petugas ke dua pusat perbelanjaan itu, guna menemui manajemen mal dan menyampaikan aturan terbaru yang harus ditegakkan oleh pihak pengelola. "Kedatangan kita untuk menyosialisasikan Instruksi Wali Kota Nomor 15 Tahun 2021. Di situ itemnya ada yang sama dengan mengikuti Inmendagri, lalu ada beberapa pasal yang ditambah," ujarnya.

Ada beberapa syarat yang harus dijalankan oleh pusat perbelanjaan, yaitu pengunjung harus menunjukkan aplikasi PeduliLindungi atau sertifikat vaksin secara online saat masuk mal dan pusat perbelanjaan. Kemudian, pengunjung yang berusia di bawah 12 tahun dan lansia di atas 70 tahun juga dilarang masuk mal. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Nah, kita sambut baik regulasi terbaru yang membatasi anak-anak yang belum berumur 12 tahun maupun manula di atas 70 tahun itu masuk mal. Kita optimis program ini pasti akan jalan karena dua hal.

Pertama, jumlah mal di Banda Aceh sangat terbatas, tak sampai lima. Jadi, mudah cara mengawasinya agar larangan ini efektif. Kedua, pihak pengelola mal pastilah tak mau mengambil risiko. Sekali saja mereka melanggar regulasi khas masa pandemi itu, maka sanksi tegas akan langsung diberlakukan. Bisa saja mendapat teguran, peringatan, atau bahkan tempat usahanya disegel.

Kalau sudah sampai disegel, ya katakanlah tiga atau tujuh hari saja, maka kerugiannya tidaklah sedikit. Oleh karenanya, pihak pengelola harus mengingatkan kepada security mal bahwa anak di bawah umur 12 tahun dan manula di atas 70 tahun jangan pernah lolos masuk mal. Skors atau pecat securitynya jika melanggar ketentuan ini. Kalau ada anak di bawah 12 tahun yang telanjur dibawa ke mal, lebih baik ia dibiarkan di dalam mobil dan diawasi oleh security.

Di sisi lain, instruksi tentang larangan masuk mal ini harus disosialisasikan secara meluas sehingga orang tua yang sudah terbiasa membawa anak kecilnya saat shopping di mal, menghentikan sementara kebiasaan itu. Kelak, ketika anak di bawah umur 12 tahun sudah bisa divaksin, pada saat itulah anak-anak kita dan para manula di atas 70 tahun bisa kembali berwara-wiri di pusat-pusat perbelanjaan. Bersabarlah wahai para bocah dan manula yang kami muliakan, semua ini untuk kebaikan Anda dan kita semua. Lagi pula, tak masuk mal barang enam bulan kita tak jadi gila atau mati kan?

Masih banyak tempat lain untuk belanja, bukan cuma mal. Yang penting, di mana pun kita belanja patuhi semua aspek protokol kesehatan, termasuk tidak berkerumun di tempat sempit maupun di tempat-tempat umum.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved