Jurnalisme Warga
Kerajaan Seuneuam dan Lipatan Sejarah Tersembunyi di Nagan
Ketika Harian Serambi Indonesia menurunkan berita tentang satu meriam peninggalan Kerajaan Seuneuam di Darul Makmur
Mengutip beberapa berita media, disebutkan bahwa lokasi penemuan meriam oleh warga Darul Makmur, diduga kuat berada dalam kawasan Kerajaan Seuneuam, yang ketika itu berada di bawah pemerintahan Sultan Malik Al-Fakikh (1487-1530) di mana Ujong Raja dijadikan pusat pemerintahannya.
Demikian secuil informasi tentang Kerajaan Seuneuam yang hingga sekarang belum juga terkuak identitasnya. Pada saat bersamaan, cerita lisan tentang Kerajaan Seuneuam cukup banyak bertebaran di kalangan masyarakat Darul Makmur. Hanya saja, riwayat Seuneuam masih tersembunyi dalam lipatan sejarah Nagan Raya dan belum terdokumentasikan.
Membayangkan Nagan yang sedang didesain sebagai kawasan industri pabrik sawit di pantai barat Aceh, rasanya Kerajaan Seuneuam akan tetap berada pada posisinya yang sekarang, bahkan terancam tergusur akibat maraknya pembukaan lahan sawit. Padahal, Seuneuam punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ragam objek wisata, lantaran lokasinya berdekatan dengan pantai.
Kendatipun demikian, saya berasumsi bahwa jika Pemkab Nagan Raya di bawah komando Jamin Idham berhasil menguak lipatan sejarah yang tersembunyi di dalam Kerajaan Seuneuam, apalagi menerbitkan dalam bentuk buku sejarah daerah dan mengadakan seminar untuk menguji tingkat keilmiahannya, maka Jamin Idham beserta jajarannya dapat mengangkat kepala dengan pongah dan seraya mengatakan bahwa janji kami tentang “Budaya Tajaga” telah ditunaikan.
Sebaliknya, jika nanti sampai berakhirnya masa Pemerintahan Jadin, Kerajaan Seuneuam belum juga terkuak dan masih tetap berada dalam lipatan sejarah yang tersembunyi, maka jangan heran kalau suara sumbang dari masyarakat Nagan Raya akan nyaring terdengar. Mereka lalu menyalahkan Pemerintahan Jadin, karena ketidakmampuan pemkab menjaga kearifan lokal Nagan Raya.
Haji Jamin tentu saja bisa mengalokasikan anggaran penelitian lewat APBK dan memerintahkan kepada jajaran Pemkab Nagan Raya untuk meneliti dan menerbitkan kisah Kerajaan Seuneuam dalam bentuk buku sejarah daerah. Sehingga, pekerjaan ilmiah itu akan mengakhiri dominasi lipatan sejarah yang tersembunyi dalam Kerajaan Seuneuam.
Namun, Haji Jamin tidak melakukannya dengan membiarkan Disbudparpora, MAA, dan MPD Nagan tetap duduk manis pada zona nyamannya di Suka Makmue. Ya, setidaknya demikian asumsi awal saya. Semoga salah adanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/chaerol-riezal-mahasiswa-s-3-pendidikan-sejarah-universitas.jpg)