Internasional
Tentara Asing dan Bayaran Akan Segera Hengkang dari Libya
Para kelompok yang berikai di Libya mencapai kesepakatan awal penarikan tentara asing dan tentara bayaran
SERAMBINEWS.COM, TRIPOLI - Para kelompok yang berikai di Libya mencapai kesepakatan awal penarikan tentara asing dan tentara bayaran
PBB menilai itu sebagai langkah kunci menuju pemersatu negara yang dilanda kekerasan.
Dilansir Reuters, Minggu (10/10/2021), perselisihan mengenai tentara bayaran dan pejuang asing telah lama menjadi kendala.
Terutama menjelang pemilihan umum penting Libya yang dijadwalkan pada Desember 2021.
Libya telah dilanda kekacauan sejak pemberontakan yang didukung NATO menggulingkan diktator lama Muammar Qaddafi pada 2011.
Negara kaya minyak itu selama bertahun-tahun terpecah antara pemerintah saingan.
Dimana, satu berbasis di ibu kota Tripoli dan yang lainnya di bagian timur negara itu.
Baca juga: Para Migran Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Pembunuhan di Libya
Masing-masing pihak didukung oleh kekuatan asing dan kelompok milisi yang berbeda.
Misi PBB yang menengahi kedua pihak yang berselisih mengatakan komisi gabungan 10 anggota, lima perwakilan dari masing-masing pihak menandatangani kesepakatan.
Dimana, harus ada penarikan bertahap dan seimbang di akhir tiga hari pembicaraan yang difasilitasi oleh PBB di Jenewa, Swiss.
Rencana itu akan menjadi landasan untuk proses penarikan bertahap, seimbang, dan berurutan dari tentara bayaran dan pasukan asing, kata misi PBB.
Jan Kubis, utusan khusus PBB untuk Libya, menyambut baik langkah itu sebagai pencapaian terobosan lain.
Perpecahan Libya menjadi yang terdepan pada tahun 2019.
Ketika komandan militer gadungan Khalifa Haftar, yang bersekutu dengan pemerintah di timur, melancarkan serangan merebut Tripoli dari milisi bersenjata dukungan PBB.
Haftar didukung oleh Mesir, UEA, Rusia, dan Prancis.
Baca juga: Libya Bebaskan Saadi Gadhafi, Langsung Terbang ke Istanbul