Internasional
Tentara Asing dan Bayaran Akan Segera Hengkang dari Libya
Para kelompok yang berikai di Libya mencapai kesepakatan awal penarikan tentara asing dan tentara bayaran
Namun, kampanye selama 14 bulan di Tripoli akhirnya gagal pada Juni 2020.
Turki mengirim pasukan untuk membantu pemerintah yang didukung PBB, yang juga mendapat dukungan dari Qatar dan Italia.
Setelah pertempuran, sebagian besar menemui jalan buntu, pembicaraan damai berikutnya yang disponsori PBB menghasilkan gencatan senjata Oktober 2020.
Kemudian, membentuk pemerintahan sementara yang diharapkan memimpin negara itu ke dalam pemilihan Desember 2021.
Kesepakatan gencatan senjata juga mencakup kepergian pasukan asing dan tentara bayaran dalam waktu tiga bulan, sesuatu yang tidak pernah dilaksanakan.
Kesepakatan itu menciptakan momentum positif yang harus dibangun menuju tahap yang stabil dan demokratis.
Termasuk melalui penyelenggaraan pemilihan nasional yang bebas, kredibel dan transparan pada 24 Desember, dengan hasil yang diterima oleh semua pihak,” kata Kubis.
Kedua pihak mengatakan mereka sekarang akan kembali membahas hal ini dengan pangkalan dan pihak internasional.
Baca juga: Presiden Mesir Minta Pasukan Asing dan Tentara Bayaran Hengkang dari Libya
Kesepakatan itu juga menyerukan penempatan pengamat PBB untuk memantau gencatan senjata sebelum implementasi rencana penarikan.
Pada Desember 2021, utusan sementara PBB untuk Libya Stephanie Williams memperkirakan 20.000 pejuang asing dan tentara bayaran di Libya.
Mereka sebagian besar berasal Rusia, Suriah, Sudan, dan Chad.(*)