Breaking News:

Santunan Hari Tua

FKPKN Aceh Ungkap PTPN-I Belum Lunasi Santunan Hari Tua 1.200 Pensiunan Karyawan

Jumlah total sisa SHT yang harus dibayarkan PTPN I berkisar Rp 125 miliar lebih. Kondisi seperti ini sudah berlangsung dari tahun 2013 hingga 2021.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Anggota DPRA dari Fraksi PAN, Asrizal H Asnawi menerima perwakilan pensiunan karyawan PTPN-I yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purna Karya Perkebunan Nusantara (FKPKPN) Aceh, Kamis (14/10/2021). 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH Sejumlah pensiunan karyawan PTPN-I yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purna Karya Perkebunan Nusantara (FKPKPN) Aceh menyebutkan ada 1.200 orang lebih purna karya perusahaan itu yang belum mendapat Santunan Hari Tua (SHT).

Fakta itu disampaikan Ketua DPW FKPKN Aceh, Yonizam kepada Anggota Komisi III DPR Aceh, Asrizal H Asnawi, Kamis (14/10/2021).

"Ya, tadi sekitar lima orang perwakilan, menyampaikan hajat mereka terkait SHT yang belum dilunasi perusahaan," kata Asrizal kepada Serambinews.com.

Asrizal menyatakan, perwakilan FKPKN Aceh itu mengaku bahwa sekitar 1.200 pensiunan PTPN-I belum menerima utuh pembayaran SHT.

Tapi FKPKN mengaku perusahaan plat merah itu, sempat membayar cicil.

"Jumlah total sisa SHT yang harus dibayarkan PTPN I berkisar Rp 125 miliar lebih. Kondisi seperti ini sudah berlangsung dari tahun 2013 hingga 2021. Ada yang dibayarkan perusahaan kepada para pensiunan ini, tapi persentasenya masih kecil, sekitar 15-35 persen," kata Asrizal mengutip keterangan perwakilan FKPKN Aceh.

Berdasarkan informasi yang diterima Asrizal, kondisi ini akibat dari ketidakstabilan keuangan perusahaan perkebunan sawit milik pemerintah itu.

Baca juga: Pejam Mata Saat Shalat Supaya Lebih Khusyuk, Apa Boleh? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Buya Yahya

Sehingga, SHT pensiunan perusahaan tersendat dan bahkan belum terlunasi sebagaimana mestinya.

Akibat terlambatnya penyelesaian pembayaran SHT oleh perusahaan, ungkap Asrizal, para pensiunan mengalami kondisi kehidupan ekonomi yang tidak baik.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved