Opini
Muhammad SAW Idola Kita
Akhir-akhir ini kita terusik oleh sikap dan statement saudara nonmuslim kita di negara barat yang dikenal intelek, menjunjung tinggi nilai-nilai
Sejak dulu hingga hari ini, ada saja musuh Islam yang mencibir dan menghina Muhammad SAW, andaikan saja mereka menggunakan akal waras tentu tidak akan membabibuta menerbitkan karikatur yang melecehkan tersebut.
Merujuk kepada berbagai penelitian ilmiah yang tidak menggunakan tolok ukur keagamaan tentang Muhammad SAW, seperti Thomas Carlyle dengan tolok ukur “kepahlawanan”, Marcus Dods dengan tolok ukur “keberanian moral”, Will Durant dengan tolok ukur “hasil karya” dan Annie Besant melalui pembuktian logis dan ilmiah, menggambarkan “Mustahil bagi siapa pun yang mempelajari kehidupan dan karakter Muhammad SAW hanya mempunyai perasaan hormat saja terhadap Nabi mulia itu, ia akan melampauinya sehingga meyakini bahwa beliau adalah salah seorang nabi terbesar dari sang Pencipta”.
Michael Hart yang tidak menggunakan tolok ukur agama, dengan sangat objektif menempatkan Muhammad SAW di peringkat pertama dari 100 tokoh yang paling berpengaruh sepanjang masa.
Betapa tidak, sosok Muhammad dikenal sebagai pribadi yang lemah lembut, selalu membawa perdamaian dan kesejukan, ajarannya jauh dari kekerasan dan ujaran kebencian bahkan tidak pernah memaksa orang lain untuk mengikuti agamanya, apalagi menebarkan ancaman dan mengangkat pedang, sehingga sikapnya menimbulkan simpati dari semua kalangan.
Begitu juga halnya dengan sikap rasis dan diskriminasi, negara maju hari ini masih membutuhkan energi ekstra untuk berjuang menghapus ras dan perbedaan warna kulit.
Muhammad SAWj auh sebelumnya telah hadir menghapus kasta, perbedaan warna kulit, suku, ras, golongan, dan lainnya. Semuanya memiliki kedudukan yang sama kecuali hanya ketakwaan pembedanya.
Beliau juga tidak pernah bersikap diskriminasi terhadap perempuan sebagaimana praktek masyarakat Arab Jahiliah, malah menyebutkan baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak dan kewajiban yang seimbang.
Beliau juga sosok pemaaf, tidak pernah bertindak kasar kepada siapapun dan memaafkan orang yang meminta maaf.
Ketika dihina beliau tidak membalas, malah memaafkan kesalahannya, bahkan beliau sering berdoa “ Ya Allah, ampunilah kaumku karena mereka itu tidak mengetahui”.
Dalam sebuah kisah diceritakan, ketika Muhammad SAW melintasi rumah seorang wanita tua selalu mendapat ludahan wanita tersebut.
Namun ketika beliau mendengar kabar wanita itu sakit, beliau justru mendatangi rumah wanita tersebut, mendoakannya agar cepat sembuh.
Muhammad SAW juga dikenal sangat menyayangi sesama, tidak pernah membedakan antara miskin dan kaya, jika ada yang sakit langsung dijenguknya meskipun tempatnya jauh.
Selalu mengasihi fakir miskin, anak-anak yatim, dan wanita jompo, siapapun yang bertamu disambutnya dengan ramah, orang pertama yang mengulurkan tangan untuk berjabat dan mengajak bicara tanpa beban dan penuh kehangatan.
Dalam urusan keluarga, tidak pernah bersikap egois tetapi mendengar nasihat dan saran istrinya.
Beliau ikut memikul beban keluarga, seperti mencuci pakaian, menjahit, mensol sandal, mandiri, dan mengurus unta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-h-agustin-hanafi-lc.jpg)