Jumat, 24 April 2026

Kupi Beungoh

Padamu Santri Kami Titip Negari Ini

Santri itu adalah calon ulama, yang harus di didik dengan cara yang elegan, cara penuh kasih sayang, agar mereka tumbuh menjadi "Alim Ulama

Editor: Amirullah
IST
Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag, Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Oleh: Ainal Mardhiah S.Ag, M.Ag*)

Sebagian besar anak anak terutama di masa covid, di Titip di pondok, dayah atau pesantren.

Karena di sini orang tua berharap, anak anaknya aman dari bahaya covid 19 yang tidak menentu keadaannya.

Kadang merah, kadang orange , kadang hijau lalu besok nya sudah berubah merah lagi.

Dengan sekolah asrama, murid yang tidak pulang melainkan terus di asrama, sehingga kontak dengan dunia luar, sangat minim, terlebih dengan pembatasan jam kunjungan, dan adanya jarak antara murid dan orang tua yang berkunjung.

Hal ini Insya Allah akan mengurangi penularan covid 19 di pesantren.

Hampir sebagian besar anak-anak tingkat Sekolah Menengah Pertama atau Sekolah Menengah Atas memilih sekolah yang mondok (sekolah yang asrama, dayah, dan pesantren) atau dipilihkan orang tua, terlepas dari senang tidaknya sang anak menjalaninya.

Sehingga dapat kita lihat begitu besarnya antusias orang tua menyekolahkan anak ke pesantren, atau dayah atau sekolah asrama untuk keberhasilan anak anaknya di masa mendatang.

Selain itu dengan sekolah asrama, selain anak diharapkan terjaga dari paparan covid 19, harapan orang tua lainnya anak anak dapat terjaga dari pergaulan bebas, dari ketergantungan terhadap handphone (hp), dan media sosial lainnya yang bisa membuat anak-anak remaja menjadi lalai mempersiapkan masa depan nya yang harusnya gemilang.

Baca juga: Mental Baja! 3 Kali Gagal, Relawan Ini Tak Menyerah, Kini Jadi Sekretaris Komisi V DPRK Aceh Utara

Oleh karena itu,

Santri itu adalah calon ulama, yang harus di didik dengan cara yang elegan, cara penuh kasih sayang, agar mereka tumbuh menjadi "Alim Ulama, tumbuh menjadi orang orang yang berguna bagi agama, Nusa dan bangsa.

Santri adalah anak2 yang sangat butuh kasih sayang, jauh dari orang tua, untuk menuntut ilmu, namun harus tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup dari guru dan para ustadz ustadzah nya.

Santri adalah anak2 yang harus di didik tentang displin, dididik segala macam ilmu, namun tidak harus dengan kekerasan dan kekejaman, karena kekerasan dan kekejaman akan menjauhkan hati, menghilangkan kasih sayang antara murid dan guru, bila itu sudah hilang, maka pendidikan tidak akan lagi berjalan baik, apa yang disampaikan guru menjadi hambar dan tidak berkesan di hadapan santri atau anak didik, sehingga mereka para santri akan menjauhi mu wahai para guru wahai para ustadz dan ustadzah, kalau pun masih tetap belajar, sungguh itu karena terpaksa, demi menjaga perasaan orang tua.

Coba kita lihat Firman Allah SWT berikut ini, mengajarkan Nabi Muhammad saw tentang bagaimana harus bersikap terhadap anak didik atau orang yang ingin belajar kepada Rasulullah saw.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved