Kupi Beungoh
Padamu Santri Kami Titip Negari Ini
Santri itu adalah calon ulama, yang harus di didik dengan cara yang elegan, cara penuh kasih sayang, agar mereka tumbuh menjadi "Alim Ulama
Artinya:
Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal. (QS. Al-Baqarah:59).
Baca juga: Tembak Petani Sawit asal Nagan Raya dengan Airsoft Gun, Warga Subulussalam Dituntut 6 Tahun Penjara
Sangat di sayangkan jika sampai dipesantren anak-anak mendapat perlakuan yang tidak baik tidak mendidik dari para guru atau ustadz dengan alasan anak bandel, anak tidak disiplin.
Karena itulah mereka dititip kepada kita untuk kita didik agar yang bandel menjadi baik, yang tidak disiplin menjadi disiplin, yang tidak pintar menjadi pintar.
Jika karena kekurangan anak demikian kemudian diperlakukan tidak baik, tidak mendidik itu sebuah cara yang salah yang harus diperbaiki.
Dengan kekuasaan yang dimiliki oleh sekolah, pesantren, dayah tanpa kekerasanpun bisa membentuk anak menjadi baik, menjadi patuh, dengan cara guru, ustadz dan ustadzah mengambil hati anak, lalu mereka pasti akan patuh, istilah lain "Kasih Hati minta jantung".
Kita perhatikan dia, kita sayang pada anak dengan tulus, ketulusan kita kepada murid akan menumbuhkan kasih sayang dan rasa hormat murid kepada guru.
Santri adalah penerus para para Nabi, harus kita didik mereka dengan caranya Nabi dengan cara memberi teladan yang baik, pembiasaan yang baik, pengajaran yang baik, hukuman yang mendidik lagi bermanfaat dan doa yang terbaik dari para guru.
Mereka para santri adalah orang baru belajar, belum berilmu, yang harus diajari ilmu kepada mereka dengan cara santun agar mereka memiliki akhlak dan sopan santun, ajari mereka dengan sikap simpati dan empati, agar mereka besar menjadi seorang yang 'Alim dalam hal ilmu, baik dalam hal akhlak, simpati dan peduli kepada orang banyak.
Mewariskan Islam kepada generasi mendatang adalah kewajiban kita semua, terutama orang tua, berhubung anak2 sudah diserahkan kepada pesantren atau sekolah asrama, maka ini secara otomatis menjadi kewajiban sekolah, kewajiban guru ustadz/ustadzah Sebagai pengganti orang tua.
Apa yang di dapat kan para santri dan murid hari ini, sangat menentukan kisah keberlangsungan perjalanan Islam di masa mendatang berjaya atau tidak.
Moga bermanfaat.
*) PENULIS Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: Mengejutkan! Tauke Cokelat Rekayasa Kasus Pembegalan Dirinya, Libatkan Kakak Ipar, Begini Ceritanya
Baca juga: Truk Colt Diesel Tabrak Lari, Pria Asal Blang Krueng, Aceh Besar Meninggal di Simpang 7 Ulee Kareng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ainal-mardhiah-dosen-uin-3.jpg)