Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Potensi PAD, Lahan Tidur di Kompleks Perkantoran Bupati Aceh Tamiang akan Dijadikan Kebun Sawit

Selain menghilangkan kesan semak, lahan produktif ini akan menjadi sumber pendapatan baru daerah.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Salah satu kondisi lahan tidur di komplek perkantoran bupati Aceh Tamiang yang sudah menjadi semak, Senin (25/10/2021). Pemerintah daerah berencana menyulap lahan ini menjadi perkebunan kelapa sawit. 

Selain menghilangkan kesan semak, lahan produktif ini akan menjadi sumber pendapatan baru daerah.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Lahan tidur di kompleks perkantoran Pemkab Aceh Tamiang, akan digarap menjadi lahan produktif.

Selain menghilangkan kesan semak, lahan produktif ini akan menjadi sumber pendapatan baru daerah.

Ide menghidupkan lahan tidur ini disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Mursil musai melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SKPK yang berkantor di dalam komplek Pemkab Aceh Tamiang pada Senin (25/10/2021) pagi.

Sejumlah kantor dinas yang disinggahinya, terdapat hamparan lahan luas yang kondisinya tidak terawat.

Kondisi itu dinilainya, sangat mengganggu kenyamanan dan keindahan kompleks perkantoran.

Di sisi lain Mursil menyadari, dibutuhkan anggaran tidak sedikit untuk merawat lahan secara terjadwal agar tidak ditumbuhi tanaman semak.

Baca juga: Pemkab Aceh Besar Diminta Gali Potensi PAD

“Anggaran khusus tidak ada, jadi harus kita cari solusi agar bisa tertata dengan baik,” kata Mursil.

Secara keseluruhan dia memperkirakan, lahan terlantar itu mencapai 30 hektare.

Lokasi ini terletak pada dua hamparan, yakni di kantor perkantoran komplek bupati dan di kompleks Islamic Center.

Dia pun tertarik menjadikan seluruh areal itu menjadi lahan produktif, khususnya perkebunan kelapa sawit seperti yang dilakukan Pertamina EP Rantau.

“Kalau kita lihat kantor Pertamina, kan cantik, tertata rapi pohon kelapa sawitnya. Tidak salah kita meniru seperti itu,” ungkapnya.

Namun sebelum merealisasikan idenya ini, Mursil akan membahasnya dulu dengan seluruh SKPK pada rapat rutin yang dilangsungkan pada 6 November 2021.

“Teknisnya nanti dibahas lagi, intinya bagaimana mengelola lahan tidur itu menjadi sumber PAD kita,” tutupnya. (*)

Baca juga: Rutan Banda Aceh Manfaatkan Lahan Tidur, Tanam 1.200 Pohon Cabai dan Siap Panen

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved