Berita Banda Aceh
ACT dan MRI bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan Lauching Program Wakaf Modal UMI
"Alhamdulillah, kita tidak hanya berfokus diaksi penyelamatan dalam bentuk kebencanaan, tapi sudah masuk ke ranah aksi pemberdayaan umat."
Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
"Alhamdulillah, kita tidak hanya berfokus diaksi penyelamatan dalam bentuk kebencanaan, tapi sudah masuk ke ranah aksi pemberdayaan umat."
Laporan Misran Asri | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Subulussalam - Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan meluncurkan program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia (WM-UMI).
Acara yang dilaksanakan di Gedung Inong Pendopo Bupati dibuka oleh Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, Kamis (28/10/2021).
Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Subulussalam, Munandar mengatakan Program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia diluncurkan untuk membangkitkan perekonomian melalui pemberdayaan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.
"Alhamdulillah, kita tidak hanya berfokus diaksi penyelamatan dalam bentuk kebencanaan, tapi sudah masuk ke ranah aksi pemberdayaan maupun pembangunan umat.”
“Kami meyakini kedermawanan yang luas khususnya di Aceh Selatan ini bermuara pada kebangkitan ekonomi umat dan optimisme bangsa," kata Kacab ACT Subulussalam Munandar dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Jumat (29/10/2021).
Baca juga: Kepala BNN Aceh Deklarasikan Lapas Bersih Narkoba Pertama di Lapas Kelas IIA Banda Aceh
Baca juga: Warga Sudan Siap Gelar Pawai Jutaan Orang, Junta Militer Harus Pergi
Selain itu, ia mengatakan bahwa ACT juga memerlukan dukungan seluruh lini untuk terus menggerakkan program-program khususnya program UM-UMI ini.
"Kita perlu nafas panjang untuk keberlangsung program ini. Kami harapkan segala lini masyarakat terutama pemerintah dapat mensupport semua kegiatan-kegiatan relawan MRI-ACT di Aceh Selatan, khususnya program WM-UMI untuk membantu UMKM dari lilitan pinjaman riba di sekitar kita," ungkap Munandar.
Untuk itu, ACT meluncurkan Program Wakaf Modal Usaha Mikro untuk membebaskan para pelaku UMKM dari jeratan utang dan memberdayakan pelaku UMKM, sehingga aktivitas ekonomi kembali bangkit dan berdenyut.
Munandar mengatakan program wakaf tersebut diharapkan dapat berperan dalam perbaikan kondisi ekonomi masyarakat yang telah terpuruk akibat pandemi, terutama bagi sektor UMKM dan pertanian.
Dengan dasar sistem Qadhr Al-Hasan, atau pinjaman tanpa imbalan dengan peminjam hanya wajib mengembalikan pokok pinjaman, Wakaf Modal Usaha Mikro diharapkan mampu membangun komitmen para pelaku usaha penerima modal untuk membangun bisnisnya secara lebih baik dan berkembang.
Baca juga: Pemimpin Junta Militer Sudan Siap Kembalikan Abdalla Hamdok Pimpin Pemerintahan Sipil
Baca juga: Honda Luncurkan All New Honda BR-V, Ini Keunggulannya dan Dihadirkan di Suzuya Mall Banda Aceh
Selama program Wakaf Modal Usaha Mikro tersebut berjalan, juga direkrut pendamping bertugas memastikan semua usaha berjalan dengan baik, dan mengumpulkan pengembalian modal yang sebelumnya disalurkan untuk para nasabah dengan sistem yang telah ditetapkan.
"Harapannya, dengan kehadiran pendamping, kebermanfaatan akan dirasakan secara optimal oleh para kelompok usaha," Tutup Akhi Munandar.
Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Program WM-UMI ACT ini, serta berharap program tersebut dapat menjadi salah satu solusi bagi para pelaku UMKM agar dapat bertahan dan mengembangkan guna meningkatkan kesejahteraan, khususnya yang paling terdampak pandemi Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/act_mri_2021.jpg)