Breaking News:

Opini

Qanun LKS, Gebrakan Bank Syariah

Jihadnya orang Aceh di era ini adalah dzaru ma baqiya minar riba (meninggalkan sisa-sisa riba) dan hanya orang beriman yang dapat memahami makna

Editor: bakri
Qanun LKS, Gebrakan Bank Syariah
FOR SERAMBINEWS.COM
Agus Fianuddin, SHI, ST, MA , Praktisi Perbankan

Oleh Agus Fianuddin, SHI, ST, MA , Praktisi Perbankan

Jihadnya orang Aceh di era ini adalah dzaru ma baqiya minar riba (meninggalkan sisa-sisa riba) dan hanya orang beriman yang dapat memahami makna diperangi oleh Allah dan Rasul karena berfungsi channel imannya dengan sempurna melalui siraman hidayah Allah dengan cara selalu mendekatkan diri kepada-Nya dan taat atas segala perintah-Nya.

Isu revisi Qanun LKS Aceh bahkan menggugat ke Pengadilan Negeri terhadap beberapa bank konvensional agar tetap membuka kembali kantor operasionalnya di Aceh telah memancing perhatian banyak pihak. Tidak hanya dari kalangan akademisi, melainkan mahasiswa, LSM antikorupsi, praktisi hukum, dan berbagai lapisan masyarakat angkat suara terkait isu ini.

Kekesalan dari masyarakat dan para akademisi guna menentang upaya revisi qanun tersebut memuncak. Seakan-akan penolakan ini mencerminkan begitu besar harapan masyarakat terhadap implementasi qanun LKS ini.

Upaya revisi/penundaan pelaksanaannya dianggap sebagai salah satu bentuk keengganan dalam menerapkan sistem syariah di Bumi Serambi Mekah ini. Ada analogi yang mengatakan bahwa saya hanya menabung saja jadi tidak kena riba, sama halnya dengan asumsi bahwa saya tidak makan daging babi tapi cuma kuahnya saja atau saya hanya main-main ke area lokalisasi saja tapi tidak berzina, dan seterusnya.

Orientasi profit dan investasi, seolah-olah menjadi justifikasi bahwa bank syariah tidak bisa mengakomodir hal tersebut dan menyebabkan profit dan investasi akan menurun bahkan hilang. Peristiwa hari ini sama halnya ketika Bank Aceh dikonversi menjadi Bank Aceh Syariah dengan ditakut-takuti bahwa laba bank akan turun, masyarakat akan panik, pertumbuhan ekonomi Aceh melemah, dan semua hal tersebut tidak terbukti sampai sekarang.

Hal ini dapat dilihat dari kehadiran Bank Syariah Indonesia yang digagas oleh menteri BUMN Erick Tohir, bukan hanya sebagai kekuatan baru dalam menopang ekonomi di Tanah Air, melainkan juga sebagai “raksasa” yang akan bersaing secara global. Jumlah aset Rp 214,6 triliun, modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun, karyawan lebih dari 20 ribu orang, dan jumlah cabang yang mencapai 1.200 kantor dengan 1.700 jaringan ATM adalah infrastruktur yang sangat memadai untuk menjawab seluruh ekspektasi dari masyarakat selama ini agar lahirnya suatu bank syariah yang bisa bersaing dengan bank konvensional yang lebih besar.

Pertolongan Allah

Perlu diingat bahwa ketika suatu kaum atau daerah yang ingin menegakkan nilai-nilai keislaman maka akan ada pertolongan Allah yang menyertainya. Hal ini dapat dilihat dalam Alquran surat Al A’raf ayat 96 yang berbunyi: Sekiranya penduduk suatu negeri itu beriman dan bertakwa (taat menegakkan syariat islam) pasti Allah akan mendatangkan untuk mereka kesejahteraan dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka ingkar akan syariat-Nya (mendustakan ayat-ayat Allah) maka Allah timpakan pada mereka banyak kemalangan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

Prinsip dari ayat di atas telah dijadikan role model dan kebijakan oleh Nabi Muhammad dalam membangun dan memberdayakan negara Madinah menjadi luar biasa maju, padahal Madinah banyak dihuni oleh berbagai macam suku dan agama ,dan berubah total menjadi negara yang adil, makmur, damai dan aman.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved