Rabu, 15 April 2026

Internasional

PBB Perpanjang Misi Penjaga Perdamaian di Sahara Barat, Cegah Pemberontakan di Maroko

Dewan Keamanan (DK) PBB dengan secara bulat memperpanjang misi penjaga perdamaian PBB di Sahara Barat.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pasukan Perdamaian PBB berpatroli di kawasan Sahara Barat untuk mencegah konflik bersenjata pemberontak Front Polisario dengan pasukan Maroko. 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) PBB dengan secara bulat memperpanjang misi penjaga perdamaian PBB di Sahara Barat.

PBB mengungkapkan keprihatinan atas gagalnya gencatan senjata 1991 antara Maroko dan Front Polisario pro-kemerdekaan.

DK menyerukan para pemimpin kedua belah pihak untuk maju ke meja perundingan.

Pemungutan suara itu 13-0 dengan Rusia dan Tunisia abstain.

Resolusi yang dirancang AS tidak menyebutkan dukungan AS untuk klaim Maroko atas wilayah kaya mineral.

Baca juga: Polisi Maroko Gerebek Persembunyian Kelompok ISIS, Lima Orang Ditangkap

Khususnya, di hari-hari memudarnya pemerintahan Donald Trump sebagai bagian dari upaya memaksa Maroko mengakui Israel.

Maroko mencaplok Sahara Barat, bekas koloni Spanyol yang diyakini memiliki cadangan minyak dan sumber daya mineral lepas pantai yang cukup besar pada 1975.

Kemudian, memicu konflik dengan kelompok pemberontak Front Polisario.

Dilansir AFP, Minggu (31/10/2021), PBB telah menengahi gencatan senjata pada 1991 dan membentuk misi penjaga perdamaian.

Dengan tugas memantau gencatan senjata dan mempersiapkan referendum tentang masa depan wilayah tersebut,

Karena tidak ada kesepaktan tentang siapa yang berhak memilih.

Baca juga: Panglima Militer Aljazair Tuduh Maroko Sebar Tindakan Bermusuhan, Dukung Gerakan Separatis

Front mengakhiri gencatan senjata 29 tahun dengan Maroko pada November 2020.

Tetapi, melanjutkan perjuangan bersenjatanya menyusul konfrontasi perbatasan dengan Maroko yang berlanjut hingga saat ini

Militer Maroko telah melancarkan operasi bulan itu di zona perbatasan Guerguerat yang dipatroli PBB.

Dengan tujuan membersihkan jalan utama yang dikatakan telah diblokade selama berminggu-minggu oleh para pendukung Polisario.

Maroko telah mengusulkan otonomi luas untuk Sahara Barat.

Tetapi Front Polisario bersikeras, penduduk lokal yang diperkirakan mencapai 350.000 hingga 500.000 orang memiliki hak untuk referendum.(*)

Baca juga: Inggris Rencanakan Impor Tenaga Listrik Angin dan Surya dari Maroko, Melalui Kabel Laut

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved