Selasa, 5 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Keramatkah Simpang Keramat?

Petaka perang di Aceh terhitung sejak pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM), disusul dengan penetapan status Darurat Militer

Tayang:
Editor: bakri
Serambinews
M. YUSRIZAL, S.Pd., Guru Sejarah di SMAN 11 Banda Aceh,  putra perantauan Simpang Keramat, melaporkan dari Lhokseumawe 

Tidak bermaksud “menggurui”, air adalah sumber daya alam paling penting di planet Bumi. Malaysia yang juga salah satu pengekspor sawit terbesar dunia kini mulai menghentikan penanaman dan giat melakukan pembibitan. Bibit-bibit sawit unggulan Malaysia disinyalir diimpor ke Indonesia untuk ditanami di tanah republik ini, tak terkecuali di tanah “keuramat”.

Jika ini tidak disikapi, petaka lebih besar akan datang memorakporandakan, bahkan mengalahkan dampak petaka saat perang GAM-RI tempo dulu. Tanaman sawit yang merusak lingkungan akan menjadi pembenaran petuah endatu (leluhur); “U laot hanto, u gunong han rab” (Tidak melaut dan tidak pula bertani). Perkebunan dan pertanian adalah identitas Simpang Keramat dan ruh kehidupan bagi generasi-generasi mendatang. Mari kita papah.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved