Breaking News:

Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Positif Covid-19, Jelang Perundingan Nuklir

Menteri luar negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian dinyatakan positif Covid-19. Hossein telah dikarantina di rumah dan digambarkan dalam kondisi baik

Editor: M Nur Pakar
AFP
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Menteri luar negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian dinyatakan positif Covid-19.

Hossein telah dikarantina di rumah dan digambarkan dalam kondisi baik.

Laporan itu mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh yang mengatakan diplomat top negara itu tetap bertugas dari jarak jauh.

Kantor berita Iran, IRNA tidak mengkonfirmasi Abdollahian memiliki Covid-19 seperti yang dilaporkan TV pemerintah.

Banyak pejabat Iran menderita penyakit yang disebabkan oleh virus Corona.

Dengan hampir 6 juta kasus positif, Iran terkena dampak terburuk oleh pandemi di Timur Tengah.

Baca juga: Presiden Dewan Nasional Perlawanan Iran Kecam Rezim Teheran

Negara berpenduduk 84 juta orang itu telah melaporkan lebih dari 125.000 kematian.

Pejabat Iran memperingatkan, kurang dari 45% negara yang divaksinasi penuh, sehingga
lonjakan virus akan terjadi.

Lonjakan terakhir terjadi pada Agustus 2021, didorong oleh varian delta yang sangat menular.

Kurang dari setengah populasi di Iran mengikuti langkah-langkah seperti mengenakan masker dan menjaga jarak sosial.

Diplomat karir berusia 57 tahun itu diangkat menjadi Menteri Luar Negeri pada Agustus 2021 oleh Presiden ultrakonservatif Ebrahim Raisi.

Baca juga: Mantan Wapres AS Dukung Presiden Iran Dihukum, Terlibat Pembantaian Tahun 1988

Dia merupakan orang kepercayaan ahli strategi militer Jenderal Qassem Soleimani yang dibunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS awal tahun lalu.

"Kesehatannya secara umum memuaskan dan dia melanjutkan tugas hariannya dari karantina," kata juru bicara kementerian Saeed Khatibzadeh.

Khatibzadeh baru saja mengatakan pembicaraan kesepakatan nuklir 2015 akan dilanjutkan dalam dua atau tiga minggu ke depan.

Sedangkan Presiden As Joe Biden telah berulang kali memperingatkan waktu hampir habis untuk membalikkan penarikan AS.

Washington tidak secara langsung berpartisipasi dalam pembicaraan tetapi mengambil bagian melalui perantara Uni Eropa.(*)

Baca juga: Erdogan Perintahkan Pengusiran Dubes AS dan Sembilan Dubes Barat, Kritik Penahanan Osman Kavala

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved