Opini
Politik Ulama untuk Masa Depan Aceh
ACEH sebernarnya punya modal sosial yang sangat baik dalam penegakan syariat Islam yang mampu menjadi landasan kemajuan dan kebangkitan
Dengan ini kita harapkan pertolongan Allah bersama ikhtiar ini. Yang kedua, harus membangun rasa saling percaya di antara sesama sebagai “da’i ilallah” tanpa memandang dari mana mereka berasal. Kalau kita sudah saling percaya serta menjaga kekompakan, Insya Allah orang lain pun akan memberikan kepercayaan kepada kita. Seperti kata ulama “orang yang tidak punya tidak mungkin memberi”.
Ya, pasti kalau kita tidak punya rasa saling percaya bagaimana kita memberikan kepercayaan kepada orang lain. Yang ketiga, harus tahu semua aturan main (rule of game) yang berlaku dalam kancah yang kita geluti, sehingga kita tahu kapan dan dimana harus melakukan apa. Juga tahu kapan harus berhenti misalnya ketika situasi menghendakinya serta juga harus menghitung segala konsekuensi yang sedang dan akan dihadapi dengan tujuan tersebut.
Yang keempat, ulama harus punya narasi (diksi) baru dan agamis dalam dakwah politik serta jauh dari sikap eksklusifisme, misalnya ada ungkapan “bah kamoe sigoe kalinyoe” tapi mungkin bisa diganti dengan “kami ingin berkarya dengan berbuat kebaikan untuk umat agar jangan salah di depan Allah Ta’ala”.
Yang kelima, mungkin agar ulama sebagai pioner pergerakan harus tetap menjaga integritas, kompetensi, dan rekam jejak karena itu semua sangat penting dalam menata kehidupan. Sementara secara eksternal, ulama juga harus melakukan beberapa hal, pertama, membangun kolaborasi dan kesepakatan secara positif dengan segala pihak baik pemuda, pengusaha, umara, dan lainnya untuk mewujudkan tujuan ini.
Yang kedua, jangan pernah mengabaikan potensi sekecil apapun dari manapun mereka berasal bila itu bernilai kebaikan. Yang ketiga, ulama harus terus mendorong arus kebaikan menjadi mainstream perbuatan yang baik sehingga kebaikan menjadi semangat mayoritas umat. Wallahu a’lam bishahawab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tgk-rasyidin-ahmad-se-ssosi-ketua-himpunan-ula.jpg)