Breaking News

Jurnalisme warga

Mengenal Gunongan dan Fansyuri Lewat Pertukaran Mahasiswa

Pertama sekali menginjakkan kaki di Serambi Mekkah, kesan pertama saya adalah tegaknya syariat Islam yang mengatur seluruh kehidupan masyarakat

Editor: bakri
zoom-inlihat foto Mengenal Gunongan dan Fansyuri Lewat Pertukaran Mahasiswa
For Serambinews.com
MELINDA RAHMAWATI, Mahasiswi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Prof  Dr Hamka, sedang mengambil Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Kampus Universitas BBG Banda Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

OLEH MELINDA RAHMAWATI, Mahasiswi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Prof  Dr Hamka, sedang mengambil Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Kampus Universitas BBG Banda Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

Pertama sekali menginjakkan kaki di Serambi Mekkah, kesan pertama saya adalah tegaknya syariat Islam yang mengatur seluruh kehidupan masyarakat di provinsi istimewa ini. Sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan syariat Islam secara kaffah, membuat provinsi ini memiliki identitas tersendiri yang berbeda dengan provinsi lain.

Terletak di ujung Pulau Sumatra dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia menjadikan Aceh semakin menarik untuk dikenal. Sejarahnya yang panjang sebagai Kesultanan Aceh dan yang lebih terdahulu, yakni Kerajaan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam tertua di nusantara, turut menambah kekayaan sejarah dan destinasi wisata di provinsi ini.

Sebuah kesempatan besar yang diberikan dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka oleh Kemendikbudristek yang mengantarkan kami dari berbagai universitas untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah dan budaya keacehan.

Pada hari pertama saya tiba di Universitas Bina Bangsa Getsampena (BBG), pagi itu Ibu Dr Lili Kasmini MSi selaku Rektor Universitas BBG menyambut hangat kedatangan saya sebagai mahasiswi Universitas Muhammadiyah Prof  Dr Hamka (Uhamka) yang tergabung dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Program ini merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka yang sedang dijalankan oleh Kemdikbudristek. Sebagai mahasiswi Uhamka yang ditempatkan di Universitas BBG, saya memilih Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Pendidikan Bahasa Indonesia. Di Uhamka sendiri, prodi saya adalah Pendidikan Sejarah. Sungguh sebuah kolaborasi dan interaksi lintas prodi yang menarik. Hal ini sesuai dengan dasar utama dari Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka, yakni mahasiswa diminta untuk tidak hanya mampu menguasai bidang yang ditekuni di kampus, tetapi juga mampu menguasai bidang lain yang berbeda dari yang telah dikuasai di dalam lingkungan kampus.

Kolaborasi yang menarik antara Prodi Sejarah Uhamka dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dari Universitas BBG, tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Uhamka yang berasal dari Prodi Pendidikan Sejarah, tetapi juga memberi pengalaman dan kesan baru bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas BBG.

Sebagai mahasiswa yang melakukan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka saya turut menyerahkan bingkisan kepada pihak Universitas BBG yang diterima oleh Rektor Dr Lili Kasmini didampingi Wakil Rektor III Ibu Cut Marlini MPd dan Ketua Tim MBKM Universitas BBG, Bapak Zaki Al Fuad MPd. Penyerahan bingkisan ini sebagai salam hormat dari sivitas akademika Uhamka kepada sivitas akademika Universitas BBG.

Bu Rektor juga menyempatkan untuk berbincang ramah dengan saya. “Ananda, semoga segala hal yang tersedia di Universitas Bina Bangsa Getsempena ini dapat mewadahi seluruh aktivitas ananda selama melaksanakan perkuliahan di kampus ini,” ujarnya. 

Bu Rektor merespons hangat kolaborasi yang terjadi, khususnya antara mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah Uhamka dengan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. “Semoga Ananda yang berlatar belakang pendidikan sejarah dapat membantu teman-temannya yang di UBBG ini lebih mengenal dan mencintai sejarah daerahnya, serta tergerak untuk turut melestarikan budaya lokal mereka masing-masing,” kata Bu Rektor.

Ya, kata-kata dukungan dan motivasi Bu Rektor tersebut membuat saya semakin tergerak untuk mengenal budaya dan sejarah Aceh. Saya lalu berkunjung ke beberapa tempat wisata sejarah yang ada di Banda Aceh. Salah satunya adalah Gunongan di kawasan Taman Putroe Phang. Saya mengetahui situs sejarah yang satu ini karena sering membaca tulisan di buku-buku sejarah Aceh dan juga bahan bacaan di internet. Sungguh saya terkesima karena sejarah terbentuknya Gunongan ini sangat unik, dibangun sebagai wujud persembahan cinta Sultan Iskandar Muda kepada Putroe Phang (permaisurinya dari Kerajaan Pahang). Mirip kisah dibangunnya Taj Mahal di Acra, India, simbol cinta Shah Jahan kepada istri yang amat ia cintai, Mumtaz Mahal.

Gunongan ini juga digunakan sebagai tempat menghibur diri keluarga kerajaan. Sungguh sebuah  cerita sang Raja Aceh yang tak pernah ditemukan dalam cerita sejarah daerah lain di Indonesia. 

Selain situs sejarah, Aceh juga punya banyak ulama besar yang memberi pengaruh bagi perkembangan Islam di nusantara. Salah satunya adalah Hamzah Fansyuri, ulama sufi yang memadukan estetika seni dan religi dalam syiar dakwahnya.

Karya sastranya yang paling tersohor adalah Syair Perahu. Sebuah syair religi yang mengandung pelajaran berharga tentang hidup. Gaya berdakwah ulama ini sama dengan Sunan Kalijaga di Jawa dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) di Padang, Sumatera Barat.

Nama Buya Hamka inilah yang diabadikan menjadi nama perguruan tinggi tempat saya menimba ilmu, yakni Universitas Muhammadiyah Prof  Dr Hamka (Uhamka). Perguruan tinggi swasta milik perserikatan Muhammadiyah ini berlokasi di Jakarta. Uhamka sejatinya dahulu dikenal dengan sebutan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Jakarta. Memiliki sejarah panjang sebagai sebuah perguruan tinggi. Dengan menyandang nama salah satu tokoh ulama besar Indonesia, Prof  Dr Hamka, diharapkan semangat Buya Hamka yang luar biasa dalam belajar mandiri, tuntas, dan berlangsung sepanjang hayat dapat diteladani mahasiswa yang kuliah di sini.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved