Selasa, 5 Mei 2026

Kupi Beungoh

Menghisap Masa Depan Paru Aceh

Apalagi penyakit wabah seperti Covid 19 yang basil kuman nya dapat bertahan beberapa jam di udara sebelum menginvasi inangnya

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Saiful Hadi Baroh, Founder Atjeh Lung Care, bekerja sebagai dokter puskesmas Mane, Kabupaten Pidie. Saat ini mengikuti program Pendidikan Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK USK/RSUDZA. 

Apalagi penyakit wabah seperti Covid 19 yang basil kuman nya dapat bertahan beberapa jam di udara sebelum menginvasi inangnya.

Maka disinilah diperlukan penerapan protokol kesahatan berupa kesadaran memakai masker, menjaga jarak, agar mudah terhidar dari penyakit yang disebarkan lewat udara (airborne disease).

Kemiskinan

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Sumatera, Aceh menduduki peringkat angka terminskin, sesuai rilis Badan Piusat Statistik pada Juli 2021.

Ada sekitar 15,33 % penduduk Aceh hidup dalam garis kemiskinan.

Beberapa penyebab kemiskinan yang pernah dikemukakan seperti karena kurangnya mutu pendidikan masyarakat, kurangnya minat dan daya saing pemuda, dan kurangnya dukungan pemerintah untuk pelatihan angkatan kerja dan sulitnya mendapa suntikan bantuan modal usaha oleh masyarakat biasa.

Kondisi tersebut diperparah dengan pandemi Covid-19 yang mengharuskan beberapa geliat ekonomi msyarakat macet bahkan gulung tikar, sehingga meningkatnya angka penduduk usia kerja yang terpaksa mengganggur tanpa pekerjaan.

Kalau dalam konsteks pemahaman agama kemiskinan identik dengan kekufuran, maka dalam lingkup dunia Kesehatan. Kemiskinan identik dengan timgginya ganguan kesehatan khusus penyakit infeksi.

Kemiskinan mengakibatkan rendahnya gizi keluarga. Kekurangan nutrisi yang seimbang mengakibatkan tergangunya tumbuh kembang anak, turunnya daya tahan tubuh pada dewasa karena ketidak seimbangan antara makronutrien dan mikronutrien.

Baca juga: Warga Lhokseumawe yang Terpapar Covid-19 Bertambah Lagi Hari Ini

Kekurangan nutrisi bagi tubuh ini mengakibatkan daya tahan tubuh lemah saat menghadapi berbagai serangan kuman penyakit. Hal ini dibuktikan insidensi penyakit-pnyekiat infeksi paru  ditemukan lebih banyak terjadi pada masyarakat dengan eknomi keluarga rendah dibandingkan pada keluarga dengan ekonomi menengah ke atas.

Keadaan tersebut diperburuk oleh lingkungan tempat tinggal yang kumuh, kurang bersih atau rumah yang tidak layak huni. Kenyatannya kondisi rumah yang tidak memenuhi standar Kesehatan sengat berperan sebagai factor resiko penularan penyakit infeksi lewat saluran pernapasan,

Kriteria rumah sehat menurut (Ditjen Cipta Karya, 1997) antara lain: memiliki fondasi yang kuat, lantai kedap air dan tidak lembab, memiliki ventilasi, memiliki dinding rumah yang kedap air, memiliki langit-langit yang dapat menahan dan menyerap panas matahari, memiliki atap rumah sebagai penahan panas matahari. Kriteria tersebut sangat berperan dalam menurunkan insiden penyakit infeksi pernapasan.

Kebiasaan Merokok

Selaian penyakit infeksi seperti Tuberkulosis Paru dan  Pnemonia, Terdapat jenis gangguan pernapasan berupa Penyakit Paru Obstruksi Kronis yang cukup menghkawatirkan dan mengganggu  produktifitas penduduk, terutama penduduk usis tua.

PPOK ditandai oleh adaynya hambatan aliran udara saat ekspirasi (fase membuang napas). Hambatan udara tersebut disebatkan oleh karena adanya kerusakan jangka panjang pada paru-paru akibat menghirup zat berbahaya, biasanya asap rokok, serta asap dari sumber lain dan polusi udara.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved