Lifestyle
Air Rebusan Mie Instan Harus Diganti Dua Kali Agar Lebih Sehat, Benarkah? Ini Kata Ahli Gizi
Menurut Tan, tidak ada aturan khusus untuk mengganti air rebusan mie instan. Mengganti air rebusan mie instan atau tidak, bisa diikuti sesuai petunjuk
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Safriadi Syahbuddin
"Semua isi yang sudah masuk kemasan makanan dan teregister BPOM itu artinya sudah aman dan higienis menurut standar," kata Dokter dan Ahli Gizi Masyarakat DR.dr. Tan Shot Yen, M. Hum, dikutip dari pemberitaan Kompas.com Sabtu 19 Juni 2021.
Menurut Tan, tidak ada aturan khusus untuk mengganti air rebusan mie instan.
Mengganti air rebusan mie instan atau tidak, bisa diikuti sesuai petunjuk masak mie yang tertera di kemasan.
"Jika air rebusannya bahaya, maka mie lebih bahaya lagi dong? Wah, itu menyesatkan," lanjutnya.
Sementara itu, dalam buku "Mi Instan Mitos, Fakta dan Potensi" (2016) oleh FG Winarno terbitan Gramedia Pustaka Utama menuliskan, bahwa air rebusan mie instan justru mengandung nutrisi.
Terdapat garam (mineral) dan vitamin dalam air rebusan mie instan yang larut saat mie instan dipanaskan atau direbus.
Selain itu, membuang air rebusan mie instan dapat menurunkan cita rasa mie instan itu sendiri.
Baca juga: Ini Cara Masak Mie Instan yang Benar Agar Terhindar dari Akibat Buruk bagi Kesehatan
Baca juga: Selama Ini Kerap Dibuang, Air Rebusan Mie Instan Ternyata Punya Banyak Manfaat
Takaran konsumsi mi instan
Menurut Tan, mie instan adalah salah satu produk ultra proses yang dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan apabila dikonsumsi tanpa literasi gizi.
Produk ultra proses seperti mie instan dianggap sebagai penyokong pertumbuhan ekonomi dan industri karena praktis dan mudah didapat.
Namun, produk ultra proses justru bisa menyebabkan timbulnya beberapa masalah kesehatan seperti pencetus obesitas hingga gangguan gizi terutama pada tumbuh kembang anak.
"Istilah bahaya itu relatif. Gak ada orang makan mie instan lalu kejang-kejang atau langsung sakit. Nah, urusannya beda jika disebut berbahaya bila jadi kecanduan, terlalu sering, dan terlalu banyak. Karena itu, biasakan baca label dan pahami kebutuhan tubuh," kata Tan.
Tidak ada takaran pasti seberapa banyak mie instan yang bisa dikonsumsi oleh satu orang pada jangka waktu tertentu.
Tan menuturkan bahwa sedikit banyaknya jumlah mie instan yang bisa dikonsumsi tergantung pada derajat sensitivitas dan kecanduan seseorang.
"Celakanya, orang tidak tahu saat masalah itu datang karena kerap tidak bergejala seperti hipertensi hingga gangguan gizi. Sebab, mie instannya itu tidak mencukupi kebutuhan gizi harian," ujar Tan. (Serambinews.com/Yeni Hardika)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Apakah Air Rebusan Mie Instan Perlu Diganti Dua Kali?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-mie-instan.jpg)