Breaking News:

Hendra Tewas Dianiaya 6 Pelaku di Sel Tahanan Polrestabes Medan, Korban Tak Sanggup Bayar Setoran

Hendra Syahputra, dianiaya di sel tahanan Polrestabes Medan hingga tewas, karena tidak sanggup membayar sejumlah uang setoran.

Editor: Faisal Zamzami
TRIBUN MEDAN/HO
Tahanan di Polrestabes Medan tewas 

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Hendra Syahputra, dianiaya di sel tahanan Polrestabes Medan hingga tewas, karena tidak sanggup membayar sejumlah uang setoran.

Hal ini disampaikan oleh Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuaji saat menggelar konfrensi pers di halaman Polrestabes Medan, Jumat (26/11/2021).

Ia mengungkapkan bahwa, dari hasil interogasi terhadap keenam pelaku yang sebelumnya telah diamankan.

Para pelaku mengaku, melakukan penganiayaan terhadap korban, karena tidak sanggup membayar sejumlah uang yang diminta.

"Karena mungkin tuntutan tidak terpenuhi, sehingga penganiayaan yang mereka lakukan. Dengan cara pemukulan dengan alat, dengan tangan kosong, dengan mendorong dan sebagai nya," kata Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuaji, Jumat (26/11/2021).

Irsan mengatakan, sejak awal korban dijebloskan ke dalam sel tahanan Polrestabes Medan. Para pelaku telah melakukan pemerasan. Namun, jumlahnya kecil.

"Pelaku sudah pernah dua kali menerima uang dari korban, yang pertama Rp 700 ribu dan yang kedua Rp 200 ribu. Lalu, mereka meminta kembali uang kepada korban sebanyak Rp 5 juta rupiah," sebutnya.

Ia menuturkan, para pelaku mengaku uang yang dimintanya kepada korban, merupakan uang kebersamaan di dalam sel tahanan dan juga uang bilik kamar.

"Alasan awalnya ketika meminta uang Rp 5 juta ini untuk uang kebersamaan, uang kamar, uang kebersihan. Kita sedang dalami, karena kita ketahui tidak ada sewa menyewa blok di sini," ucapnya.

  
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa, korban dihabisi dengan menggunakan bandulan yang berisikan karet yang telah dipadatkan.

"Bandulan ini lah yang digunakan oleh kelompok ini untuk menganiaya korban. Dipukul kan ke tubuh korban, selanjutnya dengan asbak di lempar," ujarnya.

Lebih lanjut, Irsan mengatakan, keenam pelaku pembunuh korban tersebut, terancam hukuman 12 tahun penjara.

"Kepada enam pelaku ini, kita persangkaan pasal 351 ayat 3 jo pasal 170 ancaman kurungan selama 12 tahun penjara," ucap Irsan.

Meski demikian, pihaknya mengaku masih terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap keenam pelaku, apakah masih ada motif lainnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved