Opini
Antisipasi Anak Durhaka Era Modern
Akhir-akhir ini, marak kasus-kasus nyeleneh terkait perilaku anak terhadap orangtuanya
Terkadang, kondisi anak yang sudah berumah tangga membuatnya tidak bisa memberikan uang dengan bebas. Ada kontrol istri atau suami yang tak jarang membatasi untuk memberikan yang terbaik.
Lebih buruknya, sering kali pemberian itu dikait-kaitkan dengan ketakutan bahwa orangtua memporoti harta pasangannya.
Dalam hadis dijelaskan; “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak, namun ayahku ingin mengambil habis hartaku.” Rasulullah Saw bersabda: “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.” (HR. Ibnu Majah).
Hadis di atas menunjukkan bahwa seorang anak mesti berupaya memberikan yang terbaik sesuai kemampuannya.
Minimal ia berupaya untuk memenuhinya. Tidak boleh seorang anak tutup mata (cuek) dengan permintaan orangtua, apalagi ia memiliki kemampuan untuk membantunya.
Dalam Islam, bahkan juga dibenarkan jika orangtua meminta atau memakan harta dari anaknya. Nabi bersabda; “Anak seseorang itu termasuk jerih payah orang tersebut, bahkan termasuk jerih payahnya yang paling bernilai.
Maka makanlah sebagian harta anak.” (HR. Abu Daud).
Membesarkan Anak dengan Ilmu
Meskipun berstatus sebagai daerah syariat Islam, fenomena ‘durhaka era modern’ juga terjadi di Aceh. Sebagaimana diketahui, seorang anak tega menggugat ibu kandungnya gara-gara harta warisan di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah (serambinews, 20/11/2021).
Ini adalah satu dari sekian banyak kejadian yang mungkin terekam dan tertangkap kamera. Berapa banyak kasus lain yang mungkin ditutupi atau dibiarkan begitu saja.
Kasus anak yang tidak memperdulikan ibunya saat sakit misalnya, anak yang saling menolak untuk merawat ibunya yang sudah tua, anak yang malas mengabari ibunya karena sibuk tugas, dan masih banyak lagi.
Tanpa disadari, fenomena semacam itu ada di sekitar dan sekeliling kita.
Ini menunjukkan, bahwa ‘durhaka era modern’ seringkali tidak disadari oleh pelakunya. Mereka menganggap itu adalah hal yang lumrah dengan alasan sibuk atau masalah ekonomi.
Kejadian-kejadian seperti ini tentu harus disikapi dan diantisipasi sejak dini. Jangan sampai, kejadian serupa terjadi pada keluarga, atau lebih buruknya kitalah pelakunya.
Salah satu upaya untuk mencegahnya, adalah membesarkan anak dengan ilmu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/m-anzaikhan-sfili-mag-dosen-fakultas-syariah-iain-langsa-dan-founder-pematik.jpg)