Minggu, 19 April 2026

Kupi Beungoh

ORIENTASI; Pendidikan Seperti Ini Yang Harus Di Peroleh Anak-Anak Muslim

Model pendidikan yang harus dicari anak anak muslim, adalah pendidikan yang model kurikulumnya berorientasi pada dua masa.

Editor: Amirullah
ist
Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh 

Oleh: Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag*)

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash: 77).

Berdasarkan ayat di atas, model pendidikan yang harus dicari anak anak muslim, adalah pendidikan yang model kurikulumnya  berorientasi pada dua masa. Orientasi masa sekarang adalah  dunia dengan segala tantangan zaman.

Masa nanti, akhirat dengan impian menjadi ASOE SYURUGA ( menjadi penghuni syurga).

Sehingga mendapatkan dua kebahagiaan, BAHAGIA DI DUNIA DAN AKHIRAT.

Hal ini membutuhkan kurikulum yang mampu MENDIDIK KEMANDIRIAN pada generasi Islam, mandiri dalam hal aqidah, ibadah,  mandiri dalam hal ekonomi.

Baca juga: KITA ADALAH UMAT YANG SATU; Adakah Alasan Penting, Sehingga Kita Berpecah Belah

Realita yang kita lihat sekarang, anak anak Muslim belum mandiri dalam hal-hal tersebut,  tampak kita lihat;

PERTAMA, tidak mandiri secara AQIDAH. Ini nampak kita lihat banyak anak-anak Muslim, ketika azan tidak bersegera melaksanakan shalat,  sebagian sibuk di warkop, kafe (warung kopi, kafe kafe penuh dengan anak anak, dan remaja) untuk mencari WIFI sampai kehilangan waktu sholat, dibanding di mesjid dan kegiatan positif lainnya, mereka sibuk dengan handphone, sibuk dengan game.

KEDUA, tidak mandiri secara IBADAH. Hasil penelitian saya, masih banyak anak-anak remaja, yang akil baligh bahkan sudah menjadi mahasiswa masih meninggalkan sholat 5 waktu.

Padahal sebagaimana kita ketahui,  shalat itu tiang agama,  sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini;

 “Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” [HR. Tirmidzi).

Sholat yang merupakan tiang agama, tidak dilaksanakan. Dengan tidak melaksanakan shalat,  sama artinya dengan merobohkan agama. Ini menjadi salah satu TANDA KEGAGALAN PENDIDIKAN ISLAM. Yang harus segera diperbaiki baik oleh orang tua atau  sekolah dengan model kurikulum pendidikan yang selama ini di terapkannya.  

Orang tua akan ditanya tentang anak- anaknya, begitu juga guru dan pendidik akan ditanya tentang murid-muridnya untuk waktu yang dihabiskan bersamanya,  ada yang dari pagi sampai siang,  ada yang dari pagi sampai sore,  bahkan ada yang 24 jam bersamanya alias mondok. Begitu juga pemimpin negri  ini akan ditanya tentang rakyatnya.

KETIGA, tidak mandiri secara  ekonomi, ini dapat kita lihat banyak pengangguran meski sudah kuliah tinggi tinggi sampai ke luar negri.

Baca juga: GURU ADALAH INVESTOR AKHIRAT; Menanam di Dunia Memgambil Hasil Di Akhirat

Masyarakat di negeri ini, Alhamdulillah saat ini yang terbanyak adalah muslim, sangat penting ini diperhatikan oleh pemimpin negri dan pemerintah,  dengan membuat peraturan, bahwa tenaga kerja harus mengutamakan tenaga kerja anak negri, jika tidak, bisa dipastikan generasi Islam ke depan akan menjadi generasi yang lemah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved