Korban Ditampung di Rumah Tetangga
Belasan rumah kontruksi semi permanen dan konstruksi kayu di kawasan KP-3 Banda Sakti, Lhokseumawe, Sabtu (27/11/2021) malam
* Ekses Kebakaran di KP-3 Lhokseumawe
LHOKSEUMAWE - Belasan rumah kontruksi semi permanen dan konstruksi kayu di kawasan KP-3 Banda Sakti, Lhokseumawe, Sabtu (27/11/2021) malam sekitar pukul 22.15 WIB ludes terbakar.
Namun, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.
Informasi yang diperoleh, para korban masih mengungsi.
Baca juga: MDMC dan Lazismu Lhokseumawe Salur Bantuan untuk Korban Kebakaran KP-3
Baca juga: Korban Kebakaran di KP-3 Lhokseumawe Masih Mengungsi
Baca juga: Pemko Lhokseumawe Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran KP-3
Sesuai hasil pendataan terakhir, korban baik karena rumahnya terbakar habis ataupun hanya imbas, ada 24 kepala keluarga.
Seorang korban, Rohana (55) tak kuasa menahan tangis saat menceritakan detik- detik rumahnya dilalap api bersama 13 rumah lainya di kawasan penduduk Dusun II, Desa Kota, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.
Kini, dirinya dan suaminya bernama Sapriadi (65) hanya bisa mengharapkan bantuan dari pemerintah agar rumahnya dibangun kembali.
Baca juga: Ekses Kebakaran di KP-3 Lhokseumawe, Sekitar 100 Jiwa Mengungsi, Begini Kondisi Korban
Baca juga: Kebakaran Hebat Landa KP-3 Lhokseumawe, Kerugian Ditaksir Capai Rp 15 Miliar, Ini Data 19 Korban
Baca juga: Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Belasan Rumah di KP-3 Lhokseumawe
Rohana menuturkan, saat ini dia tidak tinggal di tenda pengungsian karena terlalu sempit jika ditempati semua korban kebakaran.
“Saya dan suami tidak tinggal di tenda darurat yang telah didirikan oleh pihak terkait.
Gimana mau shalat, tidur ramai-ramai di satu tenda, jadi saya memutuskan tinggal di rumah tetangga untuk sementara,” kata Rohana kepada Serambi, Selasa (30/11/2021).
Ia menyebutkan, tidak ada barang–barang miliknya yang bisa diselamatkan saat kejadian itu.
Wanita paruh bayaitu menceritakan tidak ada barang yang berhasil diselamatkan hanya sehelai baju yang dikenakan.
“Saat itu, saya ingin tidur karena sudah pukul 22.30 WIB. Saya mendengar suara ledakan keletak keletuk gitu.
Lalu, saya ke luar, rupanya api sudah membesar merembes ke rumah saya,” cerita Rohana sembari meneteskan air mata.
Baca juga: Korban Kebakaran Juli Bireuen Terima Bantuan Baitul Mal Aceh
Baca juga: VIDEO - Tangis Haru Korban Kebakaran Rumah di Juli Bireuen
Baca juga: Korban Kebakaran Juli Bireuen Bermalam di Tenda
Amatan di lokasi kebakaran, terlihat pondasi rumah tergeletak di lantai yang sudah menjadi arang. Baju-baju maupun barang elektronik sudah gosong.