Breaking News:

Berita Bener Meriah

Warga Pakat Jeroh Desak Polisi Bebaskan Tersangka yang Ditahan atas Dugaan Merusak Fasilitas Negara

Warga berharap pihak Polres Bener Meriah mempertimbangkan upaya penyelesaian secara adat terhadap apa yang sudah terjadi di Kampung Pakat Jeroh.

Penulis: Budi Fatria | Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman warga
Koordinator LSM Garis Merah, Nasri Gayo didampingi Ketua PMII Bener Meriah, Candra bersama warga Kampung Pakat Jeroh, Kecamatan Bandar, Bener Meriah, Senin (29/11/2021), menggelar konferensi pers mendesak Polres Bener Meriah membebaskan tersangka yang diduga melakukan perusakan fasilitas negara atau Kantor Reje kampung setempat. 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Masyarakat Kampung Pakat Jeroh, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, mendesak pihak kepolisian Polres Bener Meriah agar membebaskan enam tersangka yang diduga melakukan perusakan fasilitas negara atau Kantor Reje di Kampung setempat.

Desakan warga ini disampaikan dalam konferensi pers didampingi oleh LSM Garis Merah serta PMII Cabang Kabupaten Bener Meriah, di Kantor Reje Kampung Pakat Jeroh pada, Senin (29/11/2021).

Pada konferensi pers itu, Koordinator LSM Garis Merah, Nasri Gayo ikut didampingi oleh Ketua PMII Bener Meriah, Candra.

Dalam rilis yang diterima Serambinews.com, ada 10 poin pernyataan sikap masyarakat yang disampaikan oleh Koordinator LSM Garis Merah, Nasri Gayo.

Mereka menilai, pihak kepolisian terkesan telah memaksakan penerapan pasal 170 ayat (1) KUHP terhadap para tersangka.

Menurut Nasri, penerapan pasal tersebut cenderung pada kerusakan yang mengakibatkan luka pada fisik. Namun, dalam peristiwa itu hanya empat lembar kaca yang rusak dan kerugian pun sangat rendah. Atas dasar itu, Nasri meminta pihak Polres Bener Meriah untuk mengembalikan perkara tersebut kepada pihak kampung untuk diselesaikan secara adat.

Kerena menurutnya, persoalan ini sudah ada kesepakatan perdamaian antara orang tua tersangka yang juga sudah disepakati oleh pimpinan Kecamatan Bandar. Perdamaian sudah dilakukan antara para pelaku dengan pimpinan tertinggi di Kampung Pakat Jeroh, dimana para pelaku bersedia memperbaiki semua fasilitas yang dirusak.

Atas penetapan tersangka, kata Nasri, pihaknya menganggap pihak kepolisian Polres Bener Meriah tidak menghargai penyelesaian secara adat terhadap apa yang sudah terjadi di Kampung Pakat Jeroh.

Padahal sebelumnya, pihak pelapor telah melayangkan surat permohonan pencabutan pelaporan terhadap perkara tersebut, namun polisi tidak menindaklanjuti surat permohonan tersebut dan hal itu sangat disayangkan, jelanya.

Baca juga: Diduga Rusak Fasilitas Negara, Enam Pemuda di Bener Meriah Ditetapkan Sebagai Tersangka

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved