Senin, 27 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Kembalikan Kejayaan Nilam, Aceh Tamiang Terima Penghargaan dari USK

Samsul Rizal mengungkapkan, penganugerahan ini diberikan dalam rangka memperingati lima tahun berdirinya Atsiri Research Center (ARC) USK.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Dok Humas
Rektor USK Prof Samsul Rizal ketika menyerahkan penghargaan kepada Wabup Aceh Tamiang Tengku Insyafuddin atas kontribusi pemerintah daerah membantu petani mengembangkan nilam. 

Samsul Rizal mengungkapkan, penganugerahan ini diberikan dalam rangka memperingati lima tahun berdirinya Atsiri Research Center (ARC) USK.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mendapat penghargaan dari Universitas Syiah Kuala, atas kontribusi dan dukungannya mengembangkan tanaman nilam.

Penghargaan ini diserahkan langsung Rektor USK, Prof Samsul Rizal kepada Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu (11/12/2021) lalu.

Samsul Rizal mengungkapkan, penganugerahan ini diberikan dalam rangka memperingati lima tahun berdirinya Atsiri Research Center (ARC) USK.

“Selama ini ARC USK telah banyak memberikan kontribusi positif dalam mendukung kebangkitan nilam Aceh,” kata Samsul.

Dia menjelaskan dalam lima tahun terkakhir, ARC USK telah meluncurkan berbagai program inovatif.

Di antaranya, pengembangan fraksinasi nilam, pembangunan green house, pemberdayaan masyarakat, menghadirkan Desa Wisata Nilam, serta turut terlibat dalam pembuatan dokumen Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Nilam Aceh.

Baca juga: Bupati Aceh Selatan Dapat ARC Award dari Universitas Syiah Kuala, Berhasil Kembangkan Nilam

Bahkan untuk mendukung melambungnya harga nilam, ARC USK telah bekerja-sama dengan berbagai perusahaan parfum dunia.

“ARC telah memulai inovasinya sejak dari pembibitan. Jadi peran ARC mendukung nilam Aceh ini telah dimulai dari hilir ke hulu, tentu semua ini pada akhirnya adalah untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ucapnya.

Sementara Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin setibanya dari Banda Aceh menjelaskan dukungan terhadap petani nilam ini untuk mengembalikan kejayaan tanaman ini.

Menurutnya, era 80-90’an nilam banyak ditanam dan berkembang di Aceh Tamiang.

Namun pasca-banjir bandang 2006, komoditi yang disuling daunnya itu nyaris hilang dari kabupaten ujung Timur Aceh ini.

Hanya beberapa petani yang masih setia membudidayakannya, dengan hasil yang tidak begitu bagus.

“Dua tahun terakhir, sejumlah petani kembali bergairah membudidayakannya. Pemkab kemudian memfasilitasi dengan mengundang ARC USK, guna membangun kembali pertanian nilam Aceh Tamiang,” kata Insyafuddin, Sabtu (11/12/2021).

Baca juga: Sulam Benang Emas dan Pucok On Nilam Bawa Dekranasda Aceh Jaya Bersinar di Aceh

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved