Breaking News:

Jurnalisme warga

Pugar Makam Sultan Aceh,Terima Kasih Pak Anies

Di mana pada masa Portugis menguasai Sunda Kelapa pada tahun 1527 adalah sosok seorang ulama dan bangsawan

Editor: bakri
Pugar Makam Sultan Aceh,Terima Kasih Pak Anies
For Serambinews.com
OLEH TUANKU WARUL WALIDDIN, Cicit Sultan Alaiddin Muhammad Daudsyah, melaporkan dari Jakarta

Tak satu pun yang tergerak untuk memperhatikan apalagi memugar makam Sultan Aceh terakhir ini.

Ada banyak tokoh Aceh di Jakarta selama masa itu yang silih berganti menjadi tokoh penting dan berpengaruh di tingkat nasional baik sekelas menteri maupun pejabat tinggi level nasional lainnya.

Namun, belum ada yant tergerak menginisiasi atau memperjuangkan untuk memugar sewajarnya makam Sultan Aceh selayaknya situs penting yang menghubungkan Aceh dan Jakarta selama ini yang tak bisa diabaikan begitu saja.

Hingga kini tiba masanya di tangan Gubernur Anies Baswedan akhirnya penghormatan bagi jasa-jasa Sultan Alaiddin Muhammad Daudsyah Dzilullahufil’alam dapat direalisasi tanpa ada kendala yang berarti.

Sudut pandang Gubernur Anies Baswedan yang menganggap situs makam Sultan Aceh terakhir ini sebagai aset bernilai sejarah dalam wilayah hukum administrasi DKI Jakarta adalah hal yang sangat tepat

.Di mana nilai sejarah yang terukir di dalam kisah perjalanan seorang Sultan Aceh periode Terakhir masa Kesultanan Aceh

Sebagai sebuah kerajaan yang berdaulat di runia pada masanya hingga berakhir di Batavia adalah menjadi catatan penting bagaimana liciknya sebuah pendudukan Kolonial Belanda yang memaksa memisahkan sultan dengan rakyatnya dan tanah leluhurnya.

Baca juga: Ziarah ke Makam Sultan Muhammad Alaidin Daud Syah, Anies Baswedan Terima Kupiah Meukeutop dan Siwah

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Ziarah dan Meresmikan Pembugaran Makam Sultan Terakhir Aceh

Kisah ini juga akan dibuat dalam bentuk informasi digital yang ditempatkan di area makam, sehingga pengunjung dapat mengakses data sejarah sultan dan perjuangannya.

Aset penting ini kini menjadi milik Pemerintah DKI Jakarta. Sebagai orang Aceh, sepatutnya kita bersyukur atas apa yang telah menjadi kehendak Allah ini.

Bahwa tanah Jakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia hari ini telah ditakdirkan untuk menyatu dan memeluk harumnya jasad seorang pahlawan Aceh, yaitu Sultan Aceh yang terakhir, Sultan Alaiddin Muhammad Daudsyah Dzilullahufil’alam.

Baca juga: VIDEO - Gubernur DKI Jakarta Anies Pugar Makam Sultan Aceh, Telan Biaya Rp 2,1 Miliar

Baca juga: Gubernur Anies dan Ungkapan Terima Kasihnya untuk Masyarakat Aceh

Baca juga: Ini Alasan Anies Baswedan Gelontorkan Rp 2,1 Miliar untuk Pemugaran Makam Sultan Terakhir Aceh

Akhirnya, terima kasih, Pak Anies atas penghormatannya terhadap Sultan Aceh yang terakhir dengan cara memugar makamnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved