Selasa, 12 Mei 2026

Jurnalisme warga

Menumbuhkembangkan Empati pada Anak

Mengeluarkan sumpah serapah di ruang publik, berkata kotor atau kasar terhadap temannya, membuang sampah sembarangan, marah ketika ditegur

Tayang:
Editor: bakri
IST
MUHAMMAD SYAWAL DJAMIL, S. Sos. , Guru SMA Sukma Bangsa Pidie, Anggota FAMe Chapter Pidie, dan aktif di komunitas Beulangong Tanoh, melaporkan dari Sigli, Pidie 

Bila hal demikian dirasakan oleh seorang anak, tentu yang terjadi kemudian adalah munculnya perasaan teralienasi (terasing) dari lingkungan sekitarnya.

Sehingga kelak, ketika ia dewasa, selain menjadi manusia yang apatis, ia juga menjadi manusia yang lebih mudah stres, depresi, dan mudah putus asa.

Oleh karena itu, mengajarkan empati pada anak sama halnya dengan memberikan modal sosial yang berharga bagi mereka yang dapat dipakai hingga umurnya menua, yang juga dapat mengantarkan mereka menjadi manusia yang saleh dari segi individualnya dan saleh dari segi sosialnya.

Lalu, bagaimana menumbuhkan empati pada anak?

Rasa empati tidaklah muncul atau bawaan dari lahir.

Empati muncul seiring proses perkembangan dan perjalanan manusia dalam bersosialisasi di lingkungan sekitarnya.

Oleh sebab itu, menumbuhkan empati pada diri individu manusia membutuhkan waktu yang lama.

Ini karena, empati merupakan sikap yang dibentuk dan dipelajari lalu diaktualisasikan dalam kehidupan keseharian anak manusia.

Terdapat segudang cara dalam menumbuhkembangkan empati pada anak.

Namun demikian, saya menyarikan dari ragam cara itu terdapat dua cara yang efektif.

Pertama, memberikan buku bacaan atau cerita yang membangun nilai empati.

Diakui atau tidak, melalui bacaan buku, cerita yang memungkinkan anak masuk dan memahami karakter ikon dalam ceritanya.

Juga dengan menonton film yang mengandung nilai sosial kemanusiaan dapat mendorong dan menumbuhkan sikap empati pada anak.

Berkaca dari pengalaman saya ketika mengajar, sering kali sebagai ‘reward’ pada mereka yang sudah mengikuti penilaian ulangan misalnya, saya ajak mereka untuk menonton film yang sudah saya seleksi sedari awal dan khusus di dalamnya mengajarkan tentang pentingnya berempati.

Setelah menonton film tersebut, saya berikan tugas sebagai bagian refleksi dari kegiatan menonton tersebut.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved