Jurnalisme Warga
Pesona Politik dan Godaan Korupsi
Politik, di tingkat mana pun ia dilakoni, selalu saja memiliki pesona sebagai wahana berdemokrasi dan membutuhkan relasi yang didominasi
* (Catatan Akhir Tahun 2021)
OLEH ZULKIFLI ABDI, Konsultan Perencana dan Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh, melaporkan dari Banda Aceh
Politik, di tingkat mana pun ia dilakoni, selalu saja memiliki pesona sebagai wahana berdemokrasi dan membutuhkan relasi yang didominasi oleh kepentingan.
Itu sebab, politik tidak jarang pula dapat menggerus nilai-nilai persahabatan.
Politik semestinya senantiasa dapat memberi manfaat bagi kehidupan bermasyarakat dan jangan biarkan politik "memakan" apa saja sebagai mangsa.
Kendati hampir semua orang tahu, tetapi banyak pula orang yang lupa atau bahkan pura-pura tidak tahu bahwa politik itu juga mengusung nilai-nilai transedental yang luhur, yakni perkhidmatan untuk kemaslahatan.
Dalam konteks nasional, terutama di era pascareformasi, politik telah menjadi semacam "perayaan" yang tak pernah sepi, bahkan kerap menimbulkan kegaduhan hampir di sepanjang tahun.
Situasi politik di Aceh pun kurang lebih sama.
Hal mana mungkin disebabkan oleh siklusnya yang secara berkala selalu berada pada "koma", dan tidak pernah menemukan "titik" di mana semuanya harus berakhir.
Maka tidak berlebihan kalau kiprah seseorang di dunia politik tidak mengenal kata purna, yang ada hanyalah pengembaraan, bahkan petualangan, tanpa batas waktu.
Demikian hebatnya pesona dunia politik, sehingga para politisi tidak pernah akan berhenti hanya karena mengalami kegagalan semata.
Bahkan adagium, "kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda" selalu dijadikan alasan oleh aktor politik untuk tidak pernah berhenti berjuang mewujudkan ambisi politiknya.
Strategi dalam politik bukan hanya digunakan untuk menghadapi lawan, melainkan juga untuk menyiasati kawan.
Sehingga, ketika bekerja sama sekalipun, pertimbangan politik senantiasa menjadi rujukan bagi para pihak, paling tidak sebagai sarana untuk memantau pergerakan baik lawan maupun kawan.
Dua puluh tahun terakhir, suka atau tidak, Indonesia telah menjadi negara "industri politik" yang terbesar di dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/zulkifli-abdi-konsultan-perencana-dan-politisi-partai-amanat.jpg)