Jurnalisme Warga
Pesona Politik dan Godaan Korupsi
Politik, di tingkat mana pun ia dilakoni, selalu saja memiliki pesona sebagai wahana berdemokrasi dan membutuhkan relasi yang didominasi
Intinya, korupsi di negara ini menjadi sangat sulit diberantas, karena akar masalahnya tidak pernah ‘tersentuh’.
Kita selalu melihat korupsi pada bagian hilirnya saja, ketika semuanya telah terjadi, dan kita tidak pernah melihatnya ke hulu, tempat di mana korupsi itu bermula.
Akhirnya, korupsi itu pun menjadi trend dan gaya hidup, sehingga sebagian orang merasa tidak lengkap kalau tidak mengikuti kecenderungan ini.
Apalagi tuntutan gaya hidup hedonis dan konsumtif, yang membuat orang terdorong untuk melakukan korupsi sebagai jalan pintas untuk mendapatkan sebanyak mungkin uang.
Agaknya semua itu dapat ‘direduksi’ dengan menanamkan nilai-nilai agama sebagai penangkal, apa pun agama yang dianut seseorang.
Karena, tidak ada satu agama pun yang membenarkan perbuatan yang merusak generasi harapan bangsa itu terjadi.
Semoga tahun 2022 yang sehari lagi kita jelang menjadi tahun yang lebih baik secara politik, ekonomi, dan moralitas, serta tidak lebih parah kondisi korupsinya. (*)
Baca juga: Islam dan Kewajiban Berpolitik - Syariat Islam Tegak Melalui Kekuasaan Politik atau Penguasa
Baca juga: Fenomena Ekonomi-Politik Akhir Tahun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/zulkifli-abdi-konsultan-perencana-dan-politisi-partai-amanat.jpg)