Opini
Spirit Ibadah dan Perubahan Iklim
Beberapa hari lalu masyarakat dunia kembali menghadapi musibah alam dengan terjadinya erupsi gunung Semeru dan banjir besar
Isu-isu utama yang berkembang dalam COP-26 di antaranya adalah kesepakatan target interim dan jangka panjang mengenai penurunan emisi gas rumah kaca, keterbukaan tindakan pengelolaan lingkungan, dan kesepakatan fondasi sistem keuangan berkelanjutan.
Sementara itu, Indonesisia memiliki rencana penting tahun depan yaitu persiapan menyelenggarakan agenda global KTT G-20.
salah satu isu yang akan diangkat nantinya adalah perubahan iklim.
Secara historis, perubahan iklim telah terjadi pada umat terdahulu, seperti masa Firaun, sekian ribu tahun yang lalu.
Allah berfirman; Allah berfirman: Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Firaun dan) kaumnya dengan musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah- buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.(Al-A’raf ayat 130).
Kita juga mesti ingat bagaimana iklim yang tenang membawa kemaslahatan dalam kehidupan manusia.
Dalam surah Quraisy, Allah menceritakan tentang kebiasaan orang-orang Quraisy yang bepergian di musim dingin dan panas untuk mendapatkan makanan dan rasa aman.
Bayangkan seandainya musim berubah dan orang tak bisa lagi menjadikan musim dengan teratur, sebagai perangkat mendapatkan makanan dan rasa aman.
Dalam surah Quraisy rasa aman dimaksudmuncul karena adanya keteraturan musim.
Keteraturan yang membuat kita tahu kapan harus menanam, memanen, memperdagangkannya, dan lain sebagainya.
Di sisi lain Alquran menegaskan bahwa kerusakan di bumi sejatinya ada campur tangan manusia.
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar (al-Rum: 41) Ayat ini hendaknya menjadi pengingat akan spirit pengelolaan bumi, mengisinya dengan ibadah kepada Allah, wa ma khalaqtul jinna wal insa illa liyakbudun, artinya; tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah (al-Zariat: 56).
Perubahan iklim telah menjadikan sebagian manusia tertekan, stress dan penuh ketakutan.
Islam memiliki kaidah bagaimana seharusnya bersikab.
Dalam surah al-Baqarah: 155-156 Allah berfirman: Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.