Minggu, 19 April 2026

Berita Luar Negeri

Rusia Siap Invasi Ukraina, 100.000 Pasukan Dikerahkan ke Perbatasan

Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya bersiap melancarkan invasi ke Ukraina, dengan lebih dari 100.000 tentara ditempatkan di seluruh negeri

Editor: bakri
The New York Times
Militer melatih warga sipil menjadi tentara cadangan dekat stasiun kereta api, Kiev, Ukraina. 

"Saya tidak berpikir itu membuatnya mendapatkan apa yang dia inginkan," katanya.

Baca juga: NATO dan Rusia Tak Capai Kesepakatan Tentang Ukraina, Ribuan Tentara Siap Tempur di Perbatasan

Baca juga: Militer Ukraina Latih Warga Sipil Menjadi Tentara Cadangan. Siap Melawan Rencana Invasi Rusia

“Itu tidak membuat mereka seperti itu sebelumnya.

Jadi kenapa sekarang?” tanyanya.

Perang Ekonomi Dilancarkan

Rusia telah menjadi pemain utama dalam energi global, produsen minyak terbesar ketiga setelah AS dan Arab Saudi, dan sumber sekitar 40% dari gas alam yang digunakan di Eropa.

Juga sebagai pengekspor utama gandum, terutama ke negara-negara berkembang.

Setiap langkah untuk memotong aliran energi bisa menyakitkan Eropa di musim dingin denganharga gas dan minyak sudah tinggi.

Demikian pula, kenaikan harga pangan merupakan masalah di seluruh dunia.

Presiden Rusia Valdimir Putin memiliki beberapa pengaruh ekonomi, tetapi tidak ada indikasi akan menggunakannya dan itu bisa berakhir merugikan Rusia dalam jangka panjang, kata Edward Fishman, mantan pejabat Departemen Luar Negeri yang sekarang menjadi rekan senior di Pusat Eurasia Dewan Atlantik.

Setiap langkah Rusia untuk menghentikan pengiriman gas akan mendorong negara-negara Eropa untuk mencari sumber alternatif untuk masa depan.

"Itu adalah senjata yang hanya bisa digunakan sekali," katanya.

"Anda melakukannya sekali dan Anda kehilangan pengaruh itu selamanya." ujarnya.

Pemerintahan AS sudah bekerja dengan Qatar dan pemasok lain untuk mengganti gas Rusia jika diperlukan. (ap/muh)

Rencana ivansi Ukraina

* Seribuan pasukan dikerahkan

* Peralatan tempur terus ditambah

* Rusia tidak beri kompromi lagi

* AS perkirakan Februari 2022

Baca juga: Wapres AS, Kamala Harris, Sanksi Keras Siap Dijatuhkan ke Rusia Atas Pencaplokan Ukraina

Baca juga: Presiden Rusia Sebut Konflik di Ukraina Timur Sudah Menjadi Pembersihan Etnis

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved