Breaking News:

Hari Valentine

Sering Jadi Perdebatan, Buya Yahya Jelaskan Hukum Merayakan Hari Valentine dalam Islam

Kebanyakan yang ambil bagian dalam perayaan Hari Valentine adalah kalangan remaja atau pasangan kekasih.

Editor: Nur Nihayati
FACEBOOK/BUYA YAHYA
Buya Yahya 

Kebanyakan yang ambil bagian dalam perayaan Hari Valentine adalah kalangan remaja atau pasangan kekasih.

SERAMBINEWS.COM - Bagi anak remaja kerap ikut-ikutan hal yang kadang belum diketahui.

Namun ada baiknya membaca penjelasan dari seorang ulama ini.

Hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari setiap tahunnya dirayakan sebagian orang.

Tak hanya luar negeri, di Indonesia sebagian orang juga merayakannya dengan memberikan coklat, permen, atau bunga bagi orang-orang terkasih.

Kebanyakan yang ambil bagian dalam perayaan Hari Valentine adalah kalangan remaja atau pasangan kekasih.

Tahun ini, Valentine Day atau Hari Kasih Sayang jatuh pada Senin, 14 Februari 2022.

Perayaan Hari Valentine kerap menimbulkan perdebatan.

Ada yang beranggapan boleh atau sah-sah saja, ada juga yang menyebut tidak boleh.

Baca juga: Belum Bayar Puasa Tahun Lalu, Bolehkah Qadha Puasa di Hari Jumat? Simak Penjelasan UAS

Baca juga: Kita Hanya Berdoa Bisa Berhaji ke Tanah Suci

Baca juga: ‘Terima Kasih Pembaca’, Aneka Lomba untuk Karyawan hingga Kue Tart dari Relasi

Lantas bagaimana sebenarnya hukum merayakan Hari Valentine dalam pandangan Islam?

Kali ini, Buya Yahya memberikan penjelasan mengenai Hari Kasih Sayang.

Diketahui, Hari Valentine sering dirayakan oleh sebagian umat Islam terutama para kalangan remaja.

Dimaksud Valentine ialah hari ketika orang-orang ekspresikan kasih sayang ke orang lain, khususnya pasangan.

Bahkan, Hari Valentine punya akar tradisi masa Romawi Kuno dan hari peringatan kematian pendeta penebar kasih, Santo Valentine, ini selalu mengundang perdebatan di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved