Breaking News:

Salam

Kita Hanya Berdoa Bisa Berhaji ke Tanah Suci

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan Kakbah melalui metaverse tidak bisa dipraktikkan dalam kegiatan ibadah haji dan umrah

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
ASRORUN NIAM, Ketua MUI Bidang Fatwa 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan Kakbah melalui metaverse tidak bisa dipraktikkan dalam kegiatan ibadah haji dan umrah.

Sebab, beberapa ritual haji dan umrah membutuhkan kehadiran fisik.

“Bukan hanya memerlukan kehadiran fisik, ibadah haji juga erat kaitannya dengan tempat tertentu.

Misalnya saja, dalam hal thawaf atau mengelilingi Kakbah selama tujuh kali putaran.

Jadi, tidak bisa dilaksanakan dalam hati, dalam angan-angan, atau secara virtual.

Atau dilaksanakan dengan mengelilingi gambar Kakbah atau replika Kakbah," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam.

Metaverse adalah realitas digital yang menggabungkan aspek media sosial, game online, augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan cryptocurrency untuk memungkinkan pengguna berinteraksi secara virtual.

Asrorun pun menilai, keberadaan Kakbah dalam metaverse merupakan bentuk dari inovasi teknologi sehingga harus disikapi secara profesional.

"Kunjungan ke Kakbah secara virtual bisa dioptimalkan untuk explore dan mengenali lebih dekat, dengan lima dimensi, agar ada pengetahuan yang utuh dan memadai sebelum pelaksanaan ibadah," jelas Asrorun.

Program kunjungan Kakbah via metaverse direalisasikan oleh Badan Urusan Pameran dan Museum Arab Saudi, bekerja sama dengan Universitas Umm al-Qura.

Baca juga: Ibadah Haji Metaverse Tidak Sah, Kalau Sekadar untuk Latihan Manasik Haji dan Umrah Tidak Apa-apa

Baca juga: Kontroversi Haji Virtual Melalui Metaverse, MUI: Ibadah Haji di Metaverse Tak Penuhi Syarat

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved