Breaking News:

Kajian Islam

Hari Ini Valentine Day, Bagaimana Hukum Merayakan Hari Valentine dalam Islam? Begini Kata Buya Yahya

Apakah budaya merayakan hari Valentine dibolehkan dalam Islam? Apa hukumnya? Simak penjelasan Buya Yahya berikut ini.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWSTV.COM/HARI MAHARDHIKA
Video Siswa Tolak Valentine 

SERAMBINEWS.COM - Bagaimana hukum merayakan hari Valentine dalam Islam? Simak penjelasan Buya Yahya berikut ini.

Tanggal 14 Februari setiap tahun biasa dirayakan, terutama oleh kaum muda sebagai hari Valentine yang memiliki makna hari pengungkapan kasih sayang.

Saking mengakarnya budaya tersebut, banyak kaum muda ikut merayakannya.

Lantas, apakah budaya merayakan hari Valentine dibolehkan dalam Islam? Apa hukumnya? Simak penjelasan Buya Yahya berikut ini.

Dilansir Serambinews.com dari buletin Risalah Al-Bahjah melalui laman buyayahya.org pada Senin (14/2/2022).

Buya Yahya memberikan penjelasan lengkap terkait hari Valentine dan hukum merayakannya.

Sebelum menjelaskan hukum merayakan hari valentine, pemilik nama Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri atau akrab disapa Buya Yahya ini terlebih dulu menjelaskan terkait hakikat Hari Valentine.

Perlu diketahui, slogan yang diangkat dalam hari Valentine adalah cinta atau kasih sayang.

Cinta dan kasih sayang sesungguhnya dalam Islam sangat diajarkan asal tidak melanggar rambu-rambu dalam syariat Islam.

Nah, terkait Valentine Day kata Buya Yahya, di balik slogan kasih sayang tersebut, seringkali mengundang kerancuan atau kesalahpahaman hingga banyak dari kaum muslimin yang tergesa-gesa menerima bahkan mengokohkan, membela dan ikut memeriahkannya.

"Padahal kalau kita cermati dengan seksama dan kita renungi permasalahannya, maka akan sangat gamblang dan jelas hukumnya," kata Buya Yahya.

Lanjut Buya dalam buletin tersebut, dikatakan oleh para ulama “Alhukmu Ala Syaiin Far'un An Tasowwurihi” artinya menghukum sesuatu itu harus terlebih dahulu mengetahui terlebih dahulu gambaran dari permasalahan yang akan dihukumi.

Maksudnya ”Jikalau orang ingin menghukumi sesuatu maka tentunya ia harus tahu benar akan sesuatu yang akan dihukum agar tidak salah.”

Gambaran sederhananya kata Buya Yahya, seseorang yang menjelaskan hukum halal dan haram diharuskan tahu dua hal.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved